Telan Dana Rp14,3 Triliun, Pemerintah Akui Proyek Pembangunan Tol Serpong Balaraja di Tangerang Terbilang Lambat

inNalar.com – Kementerian PUPR terus berupaya meningkatkan konektivitas antar daerah dan salah satunya dengan pembangunan jalan tol.

Salah satu jalan tol yang kini masih dalam tahap konstruksi adalah Tol Serpong Balaraja yang berada di Tangerang.

Pembangunan Tol Serpong-Balaraja sepanjang 39,4 km dibagi dalam tiga seksi.

Baca Juga: Bisa Healing ke Malaysia, Traffic Jalan Tol di Pekanbaru, Riau Sepanjang 131 km Ini Paling Ramai di JTTS

Seksi 1 yakni BSD Legok sepanjang 9,3 Km, seksi 2 Legok Tigakarsa Selatan sepanjang 11,5 Km, dan seksi 3 Tigakarsa Selatan Balaraja.

Pembangunan jalan tol ini digarap oleh PT Trans Bumi Serbaraja dengan skema full investasi.

Nantinya, tol ini akan tersambung dengan Jalan Tol Tangerang-Merak dan Jalan Tol Jakarta-Serpong yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa.

Baca Juga: Lintasi 5 Daerah di Riau, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Auto Bikin 2 Kabupaten Ini Cuan hingga Rp15,5 Miliar

Dilansir inNalar.com dari KPPIP, Jalan tol senilai Rp14,3 triliun ini diharapkan dapat menghidupkan sejumlah kawasan di Kabupaten Tangerang.

Keberadaan jalan tol Serpong Balaraja akan semakin mempersingkat waktu tempuh dari Serpong BSD menuju Jakarta dan Merak.

Hal tersebut dapat terlaksana melalui peningkatan kemudahan akses untuk kawasan Cisauk, Pagedangan, Legok, Curug, dan Panongan.

Baca Juga: Pendapatan UMKM Legendaris Medan Ini Menciut Gegara Pembangunan Jalan Tol di Sumatera Utara Senilai Rp4 Triliun, Benarkah?

Harapannya semakin mengembangkan layanan logistik sekitar wilayah kawasan Tangerang – Serang – Cilegon Banten.

Namun, pembangunan jalan tol ini diakui termasuk lambat dibanding dengan ruas lainnya.

Biasanya, konstruksi jalan tol akan selesai dan dioperasikan 2 tahun setelah penandatanganan Perjanjian pengusahaan Jalan tol.

Baca Juga: Balada Alihfungsi Hutan Kaltim Demi Megaproyek Jalan Tol di Balikpapan Berujung Ganti Rugi Lahan ‘Penguasa’ Tanah Negara

Mengingat penandatanganan PPJT tol ini telah terlaksana pada tahun 2016 silam.

Bahkan, hal ini pun diakui oleh Plh Anggota Badan Pengatur Jalan Tol, Mahbullah Nurdin.

Hal tersebut diakui karena tiap wilayah dan tiap ruas tol pasti terdapat pemasalahan yang berbeda.

Baca Juga: Ironi Wajah Infrastruktur IKN Rp8,5 Triliun, Megaproyek Jalan Tol di Balikpapan, Kalimantan Timur Ini Malah ‘Nyabet’ Alam

Permasalahan tersebut tentunya mempengaruhi keberlangsungan pebangunan.

Meski begitu, tol Serpong Balaraja seksi 1A kini telah rampung dan beroperasi.***

Rekomendasi