Telan Dana Rp 270 Triliun, Proyek PLTA di Kalimantan Utara Ini Bakal Sanggup Hasilkan Listrik 9.000 Megawatt

inNalar.com – Pemerintah pusat kini tengah gencar berupaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik di beberapa daerah dan salah satunya di Kalimantan Utara.

Adapun salah satu pembangkit listrik tenaga air yang kini masih dalam tahap pembangunan di Kalimantan Utara.

Pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara tersebut nantinya dikenal dengan sebutan PLTA Kayan.

Baca Juga: PLTA Kayan, Proyek 26 Triliun yang akan Tenggelamkan Desa Tertinggal Tanpa Listrik di Kalimantan Utara

Lokasi dari proyek pembangunan PLTA Kayan ini berada di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Proyek dari PLTA Kayan Cascade di Kalimantan Utara ini sebenyarnya sudah mulai direncanakan sejak tahun 2011 lalu.

Namun, pembangunan fisik konstrukti proyek PLTA Kayan ini baru dilaksanakan pada awal 2023.

Kemudian, proyek PLTA Kayan ini diperkirakan akan rampung pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga: Dibangun Sejak 2012, PLTA di Kalimantan Utara Ini Habiskan Rp 26 Triliun Usai Gandeng Perusahaan Jepang

Diketahui bahwa terdapat total 5 bendungan yang akan dibangun untuk menyuplai listrik ke kawasan industri hijau.

Adapun bendungan I akan memiliki kapasitas sebesar 9.00 Megawatt, Bendungan II 1.200 Megawatt, Bendungan III 1.800 Megawatt, Bendungan IV 1.800 Megawatt, Bendungan V 3.300 Megawatt.

Jadi, total kapasitas dari PLTA Kayan ini nantinya akan mampu menghasilkan listrik sebesar 9.000 Megawatt.

Pembangunan Proyek Kayan dipercayakan kepada PT Kayan Hydro Energy dan awalnya menggandeng China Power sebagai investor.

Baca Juga: Gunakan Bahan Peledak! Proyek Rp26 Triliun Bendungan PLTA di Kalimantan Utara Ini Gandeng Perusahaan Jepang

Nilai investasi dari proyek PLTA ini telah mencapai angka ratusan triliun yakni Rp 170 triliun.

Namun, pemerintah berencana untuk melakukan percepatan pembangunan PLTA ini, maka pemerintah menggandeng investor lain dari Jepang yaitu Sumitomo Corporation.

Setelah menggandeng investor dari Jepang, dana yang dikucurkan untuk proyek PLTA Kayan ini pun semakin bertambah.

Kini, total dana yang harus digelontorkan untuk membangun proyek PLTA berkapasitas 9.000 ini mencapai Rp 270 Triliun.***

 

Rekomendasi