

inNalar.com – Selain digemparkannnya dengan adanya Kantor Bupati Rokan Hilir yang terancam ambruk dan tenggelam di sungai, ternyata Rokan Hilir juga membutuhkan biaya yang sangat fantastis hingga 120 miliar.
Bahkan dana 120 miliar tersebut masih kurang untuk membenahi infrastruktur yang ada di Rokan Hilir Riau.
Menurut Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong pembangunan serta memperbaiki infrastruktur di Riau meningkat sehingga dana 120 miliar masih kurang.
Baca Juga: 5 Kampung Muslim di Manado, Kota yang Terkenal Dengan Mayoritas Non-Islam
Kekurangan dana fantastis tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan infrastruktur akibat dari operasional yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Riau.
Selain itu juga ancaman abrasi yang menjadi permasalahan yang sangat serius dan harus di prioritas yaitu penanganan Kantor Bupati Rokan Hilir yang terkena abrasi air sungai.
di riau sekarang terdapat 372 sumur minyak yang berada di Rohil, banyaknya sumur minyak tersebut berdampak pada infrastruktur yang besar.
Bahkan Pertamina di Rokan dapat menyebabkan kerusakan pada jalan, karena truk yang mengangkut dan melewati jalan Hulu Rokan sangat banyak dan dan sebuah truk memiliki beban berat.
Banyaknya truk yang membawa tanah sehingga kondisi jalan yang sangat khawatir, karena truk-truk yang besar tersebut telah melebihi kapasitas jalan.
Kerusakan infrastruktur pada area Rokan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat yang ada di Hulu Rokan tetapi juga dapat menambah beban fiskal.
Beban fiskal daerah yang dikeluarkan akan semakin banyak karena kerusakan infrastruktur jalan akibat truk-truk besar yang melebihi muatan.
Untuk mengatasi transportasi bupati Riau tersebut mengungkapkan akan mempertimbangkan beban muatan truk-truk besar yang melebihi kapasitas dan muatan .
Akibat dari banyaknya truk-truk besar yang lewat dengan beban yang melebihi muatan setiap harinya akan berdampak pada jalan yang cepat rusak.
Untuk infrastruktur pembangunan daerah Riau tersebut mengeluarkan dana yang fantastis yaitu 120 miliar setiap tahunnya untuk membenahi infrastruktur yang mengalami kerusakan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Diketahui bahwa jalan yang rusak di Riau masih terdapat sekitar 1.200 km yang harus dibenahi agar tidak menghambat aktivitas masyarakat di sana, jalan di provinsi sudah dibenahi sekitar 64%
Selain jalan jembatan Riau juga mengalami kerusakan dan kerusakan juga terjadi pada area sungai, laut dan juga teluk meranti yang masih ditinjau dan dikunjungi oleh komisi V Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi