Telan Biaya Rp638,8 Miliar, Sistem IPAL di IKN Nusantara Kalimantan Timur Gunakan Teknologi Sanitasi MBRR Berbasis Smart City, Apa Itu?


inNalar.com – Pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur memang bukan sekadar memindahkan penduduk dan gedung.

Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis konsep smart city pun menjadi agenda besar yang tidak boleh dilewatkan.

Sejalan dengan konsep ‘Kota Cerdas’ berbasis ramah lingkungan, pembangunan sistem pengolahan air limbah ini perlu cara khusus.

Baca Juga: UNTR Siapkan Capex Rp1,8 Triliun, United Tractors Bakal Seriusi Proyek Tambang Emas di Sumbawa NTB dan Sumatera Utara

Salah satu langkahnya adalah dengan mengintegrasikan sistem instalasi pengolah limbah dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Jadi nantinya instalasi pengolah limbah akan berada di satu kawasan dengan infrastruktur TPST.

Sehingga pemrosesan dan pengolahan limbah nantinya dapat bersinergi pengelolaannya.

Baca Juga: Kejar Laba Rp90 Miliar, Tilik Manuver Jagoan Sawit Kalsel PT Jhonlin Agro Raya di Balik Aksi Merger hingga Penyusutan Alokasi Capex di 2024

Selain itu, Kementerian PUPR membeberkan bahwa sistem IPAL di Ibu Kota Negara berbasis ‘Smart City’ ini akan menggunakan teknologi sanitasi khusus.

Kunci dari instalasi sanitasi berbasis ramah lingkungan ini terletak pada teknologi yang dinamakan dengan Moving Bed Biofilm Reactor (MBRR).

Penggunaan teknologi MBRR ini menjadi kunci dari sistem sanitasi di ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Tekan Emisi 1,74 juta tCO2e, PLTP Garapan Pertamina Geothermal di Minahasa Sulawesi Utara Masuk Bursa Karbon, Ternyata Segini Cuannya

Alasannya adalah agar air limbah mentahan yang akan diolah bisa mencapai influen yang sesuai dengan standar baku mutu sebelum nantinya dialirkan menuju sungai.

Adapun baku mutu air limbah akan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan dalam rancangan Basic Engineering Design (BED).

Pembangunan instalasi pengolahan air limbah IKN Nusantara ini akan ada tiga unit infrastruktur.

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala Asia 2023: Penentu Skuad Garuda Menatap Babak 16 Besar

Nantinya ketiga unit IPAL ini akan dibangun dengan kapasitas totalnya mencapai 5.000 meter kubik per hari.

Sebagai gambarannya, air limbah yang akan diolah nantinya akan memasuki jaringan perpipaan IPAL yang dibuat menyambung dengan TPST.

Hal ini dilakukan agar air limbah tersebut sudah mencapai standar influen baku mutu sebelum akhirnya didaur ulang atau pun bercampur kembali dengan aliran sungai.

Baca Juga: Rampung 2021, Bendungan Rp63 Miliar di Kalimantan Timur Malah Mangkrak dan Tak Beroperasi, Mengapa?

Jadi nantinya lumpur sedimentasi yang dihasilkan dari sistem IPAL 1 – 3 berkapasitas 15 ton per hari akan dilanjutkan pengolahannya ke TPST.

Adapun sisa pengolahan limbah akan ditindaklanjuti di infrastruktur Unit Pengurukan Residu yang lokasinya tidak jauh dari Tempat Pengolahan Sampahnya.

Adapun air sisa limbah yang berasal dari TPST 1 akan diolah lagi di Instalasi Pengolahan Air Limbah unit 1.

Baca Juga: Investasinya Rp6,6 Triliun, Proyek Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei Diramal Menghemat Devisa Impor LPG Rp1,08 Triliun per Tahun

Sebagai informasi, Sistem IPAL tengah dibangun di Kawasan Intip Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.

Sistem canggih ini memungkinkan pembiayaan pembangunan akan menghabiskan biaya sebesar Rp638,8 miliar.

Adapun sumber pendanaan akan diambil dari anggaran APBN. Adapun progres pembangunan terkini sudah mencapai 14,56 persen.

Baca Juga: Barcelona Bernafsu Datangkan Gelandang Jangkar Pengganti Sergio Busquets dari Manchester City di Bursa Transfer Kali Ini

Targetnya infrastruktur penunjang sanitasi perkotaan ala smart city ini akan rampung pada Agustus 2024.***

Rekomendasi