

inNalar.com – Akhir tahun semakin dekat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas PUPR terus menggesa penyelesaian proyek yang ditarget rampung 2023.
Salah satu proyek yang menjadi fokus Pemprov Kalsel adalah jembatan penghubung wilayah Barito Kuala dan Banjar ini berlokasi di Desa Jejangkit.
Infrastruktur bernama Jembatan Bahandang ini memiliki bentang badan sepanjang 170 meter.
Sementara jalan infrastruktur penghubung dua kabupaten tersebut ebarnya 6 meter, sehingga kendaraan cukup lega berlalu-lalang melalui jalur alternatif ini.
Melansir dari situs Diskominfo Pemprov Kalsel, progres pengerjaan per Bulan Oktober 2023 diketahui telah mencapai 80 persen.
Dengan capaian tersebut, Ahmad Solhan selaku Dinas PUPR Kalsel melalui Kabid Bina Marga Azan Syariful Muaz mengungkap harapannya agar penyelesaian bisa tuntas sesuai target waktunya.
“Mudahan cepat tuntas jembatan bahandang dan Gubernur Kalsel bisa meresmikan sebelum berakhir jabatan beliau,” ujar Kabid Bina Marga Azan, dikutip inNalar.com dari situs Diskominfo Provinsi Kalsel pada Selasa, 26 Desember 2023.
Proyek pembangunan infrastruktur yang satu ini menjadi fokusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengingat potensi manfaat besar dengan adanya jalur penghubung dua kabupaten ini.
Tidak hanya sekadar hubungkan Barito Kuala dan Banjar, tetapi jalan ini dapat digunakan sebagai jalur alternatif bagi masyarakat yang akan mengikuti acara rutin besar seperti Haul Abah Guru Sekumpul.
Lebih merinci, tim ahli dari Gubernur Kalsel Noor Aidi juga menjelaskan bahwa masyarakat nantinya bisa menggunakan Jembatan Bahandang sebagai jalur alternatif tembusan menuju Martapura.
Selain itu, tentunya dengan adanya pembangunan dan perbaikan infrastruktur ini juga mampu hubungkan sejumlah desa di sekitar lokasi pembangunan.
Adapun sejumlah desa yang diproyeksikan bakal terkoneksi berkat adanya jembatan ini meliputi Galam Rabah, Cinta Puri, Pangaron, hingga Jalan Gubernur Syarkawi dan Hasan Basry, dan masih banyak daerah lainnya.
Sehingga dengan adanya konektivitas antar desa dan kabupaten, geliat ekonomi pun bakal semakin bangkit di wilayah yang menggunakan jalur alternatif ini.
Inilah mengapa pembangunan Jembatan Bahandang cukup multifungsi dan jadi prioritas pemerintah provinsi.
Sebagai informasi tambahan, usai masuki progres 80 persen, garapan pengerjaan selanjutnya bakal masuki tahap pembangunan rangka baja, pengecoran beton, pemasangan marka jembatan.
Setelahnya direncanakan pula perbaikan akses jalan rusak di sekitar lokasi proyek yang akan terus dilaksanakan hingga tahun 2024.
Melansir dari data LPSE, perlu diketahui bahwa proyek ini menelan pagu anggaran APBD 2023 sebesar Rp500 juta.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi