Telan Biaya Rp3,8 T, Proyek Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan Meleset dari Target karena 3 Faktor Ini

inNalar.com – Proyek pembangunan bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan, Sumatera Selatan telah dimulai sejak tahun 2018 lalu.

Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan memiliki kapasitas tampungan air yang mencapai 129 juta meter kubik.

Biaya yang dikeluarkan untuk mendukung keberhasilan proyek pembangunan bendungan terbesar di Sumatera Selatan ini mencapai Rp 3,8 triliun.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1906, Masjid di Kota Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Masa Perjuangan Sultan Thaha Melawan Belanda

Proyek bendungan Tiga Dihaji yang akan menjadi bendungan terbesar di Sumatera Selatan ini ditargetkan selesai pada tahun ini, yaitu tahun 2023.

Namun, hingga saat ini progres pembangunan bendungan Tiga Dihaji belum ada yang signifikan. Sehingga diperkirakan akan selesai meleset dari target.

Berikut adalah 3 faktor yang menjadi alasan mengapa proyek pembangunan bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan meleset dari target awal.

Baca Juga: 14 Km dari Surakarta, Ladang Tebu Seluas 17 ha di Boyolali Disulap Jadi Bandara Terbaik se-Jawa Tengah

3. Adanya pemangkasan biaya

Diketahui bahwa proyek pembangunan bendungan terbesar di Sumatera Selatan ini menghabiskan biaya Rp 3,8 triliun dengan terbagi menjadi 4 paket.

Pada tahun 2020, biaya tersebut harus terkena pemangkasan atau refocusing karena harus dialokasikan ke hal lain saat Covid-19.

Sehingga, biaya yang terpotong tersebut akan dibayar kembali pada tahun 2023. Sehingga, proses pembangunan bendungan tetap dapat berjalan dengan baik.

Untuk jumlah biaya sendiri tidak ada potongan, tetap pada nilai Rp 3,8 triliun meskipun harus dibayar kembali pada tahun 2023.

Baca Juga: Berjarak 20,5 Km dari Alun-alun Kediri, Terdapat Cerobong Asap Tertinggi di Indonesia! Tingginya Setara Monas

2. Banyak lokasi yang belum dilakukan pembebasan tanah

Faktor selanjutnya adalah adanya beberapa lokasi untuk proyek pembangunan bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan yang belum dilakukan pembebasan lahan.

Beberapa wilayah atau desa di sekitar area proyek yang belum dilakukan pembebasan lahan adalah Sukabumi, Sukarena, Surabaya, dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, proyek pembangunan bendungan masih dapat berjalan dengan menyelesaikan paket 1 dan paket 2 terlebih dahulu.

1. Mediasi ke warga sekitar gagal

Banyaknya lahan yang belum dilakukan pembebasan lahan berkaitan dengan warga sekitar yang masih mempertahankan lahannya.

Meskipun sudah beberapa kali diberikan sosialisasi dan mediasi, permasalahan ini masih menjadi PR bagi pelaksana proyek pembangunan bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan.

Meskipun terdapat beberapa hal yang membuat pembangunan bendungan di Sumatera Selatan meleset dari target awal, diharapkan bendungan ini dapat segera selesai dengan baik.*** 

Rekomendasi