

inNalar.com – Akhir-akhir ini Indonesia tengah banyak sekali membangun jalan tol sebagai sarana mempermudah akses perjalanan masyarakat.
Namun tidak hanya itu, karena Jalan tol sendiri sebenarnya merupakan salah satu dari investasi terbaik pemerintah dalam menghasilkan pendapatan.
Hal tersebut diketahui dari laporan PUPR yang menjelaskan jika Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), di Indonesia dapat memperoleh pendapatan hingga Rp. 17,47 triliun dari total 79 ruas jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Dari seluruh jalan tol di Indonesia, salah satunya adalah tol Jakarta-Bogor-Ciawi, atau orang-orang lebih mengenalnya dengan tol Jagorawi, yang dinobatkan menjadi jalan tol pertama di Indonesia.
Bagaimana tidak, alasan dari menjadi jalan tol pertama dan terbaik karena saat itu berhasil menghubungkan 3 daerah, yaitu Jakarta, Bogor, Ciawi.
Jalan tol Jagorawi sendiri merupakan tol pertama yang ada di Indonesia, dengan pembangunan jalan bebas hambatan ini dibangun semasa era pemerintahan presiden Soeharto.
Bahkan di tahun pemerintahan presiden RI ke-2 saja, diketahui dana yang dibutuhkan hingga miliaran rupiah.
Sekedar informasi, orang pertama yang mengusulkan untuk dibangunnya jalan tol awalnya adalah Raden Soediro Hardjodisastro, yang kala itu menjabat sebagai Walikota Jakarta (setingkat gubernur) tahun 1953-1960.
Gagasan tersebut awal munculnya disebabkan oleh perekonomian Jakarta yang mulai menipis karena dibangunnya Jalan Soedirman, dan jalan M.H. Thamrin.
Akan tetapi gagasan dari pembangunan jalan tol bebas hambatan berbayar itu justru ditolak oleh kebanyakan anggota dewan, dengan alasan beresiko akan menghambat kelancaran lalu lintas.
Sebagian dari mereka juga berpendapat jika konsep jalan berbayar seperti ini bisa membuat adanya perpecahan, seperti masa Kolonial Belanda.
Berlanjut ke tahun 1970, Sutami selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) mengusulkan kembali ide pembangunan dari jalan tol berbayar dari Jakarta-Bogor.
Hal tersebut dikarenakan ruas jalan yang tersedia saat itu tidak sanggup lagi mengatasi masalah kemacetan.
Akhirnya, Soeharto yang telah menjabat sebagai presiden RI kedua kala itu menerima ide tersebut. Dan di tahun 1973, proyek pembangunan jalan tol pertama di Indonesia pun dimulai.
Saat itu, jalan tol yang dibangun adalah jalur penghubung yang menyatukan 3 wilayah, yaitu Jakarta, Bogor, dan Ciawi dengan panjang 59 km, yang saat ini dikenal dengan tol Jagorawi.
Berdasarkan sumber terpercaya, proyek pembangunan jalan tol Jagorawi ini membutuhkan biaya hingga Rp. 350 juta per km. Bahkan Tol Jagorawi juga merupakan proyek pertama di Indonesia yang menggunakan dana APBN beserta menggunakan hutang luar negeri.
Adapun rincian dari dana tersebut adalah dari pemerintah yang menyediakan dana anggaran pembangunan jalan tol sebesar USD10,3 juta, atau sebanyak 30 persen dari total keseluruhan biaya pembangunan.
Sedangkan Sisanya, pemerintah Indonesia mengajukan pinjaman pada Amerika Serikat (US) sebanyak USD 22,8 juta untuk proyek pembangunan selama 5 tahun.
Hingga akhirnya Pembangunan proyek jalan Tol Jagorawi tersebut memakan waktu selama 5 tahun, dan baru diresmikan presiden Soeharto di tanggal 9 Maret 1978.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi