Telan Biaya Rp 483 M, Sungai Siak Disulap Jadi ‘Pabrik Cuan’, Ada Jembatan Termegah dan Restoran Terapung


inNalar.com – Provinsi Riau memiliki empat sungai besar yang membelah beberapa daerah Kab Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kab Siak.

Kebutuhan pembangunan jembatan antarwilayah pun menjadi sangat penting agar mobilisasi penduduk Kota Pekanbaru menjadi semakin mudah.

Seiring berjalannya waktu, Pemkot Pekanbaru membuat inovasi pendongkrak ekonomi yang kian unik.

Baca Juga: Dekat Kulon Progo, Bendungan Terbesar di Yogyakarta Ini Memiliki Kualitas Air Terbaik se-Indonesia

Pemkot Pekanbaru memaksimalkan roda perekonomian di kawasan sungai Siak, yaitu dengan membangun jembatan Sultan Siak IV dan membuat restoran terapung yang memanfaatkan kawasan sungai Siak dan pemandangan ikonik jembatan tersebut.

Dengan adanya pembangunan jembatan Siak IV dan restoran terapung yang berkawasan di sekitarnya, fungsi jembatan dan sungai tak hanya sebagai jalur mobilitas penduduk, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang semakin menarik wisatawan untuk menikmati eksotisme alam Kota Pekanbaru, Riau.

Bermula dari pembangunan jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau yang lebih dikenal dengan jembatan Siak IV dibangun melintasi sungai Siak.

Baca Juga: Bukan Krapyak, Ini 5 Pondok Pesantren Terbesar dan Termegah di Yogyakarta, Nomor 4 Didirikan Tokoh NU

Jembatan Siak IV ini menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kec Rumbai Pesisir.

Berkat Gelaran Kompetisi PON 18, jembatan Siak ini dibangun pada tahun 2009, hingga akhirnya pengerjaannya selesai pada tanggal 18 Maret 2019.

Biaya yang tidak sedikit dikeluarkan oleh Pemkot Pekanbaru, setidaknya Rp 483 miliar yang digelontorkan untuk mewujudkan jembatan megah ini.

Baca Juga: Bukan Labuan Bajo, Inilah Daerah di Kalimantan Timur yang Memiliki Panorama Bak Surga

Setelah pembangunan selesai dikerjakan, Pemkot Pekanbaru menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk memaksimalkan pariwisata di sekitar sungai dan jembatan Siak IV.

Disbudpar membuat sebuah kapal yang diubah bentuknya menjadi seperti model jembatan Siak IV dan difungsikan sebagai restoran terapung.

Wisatawan yang mampir ke restoran terapung akan merasakan sensasi makan di atas kapal yang berkeliling mengitari sungai Siak sembari melihat pemandangan megah jembatan Siak IV yang menjadi ikon Kota Pekanbaru.

Adapun rute kapal restoran terapung nantinya akan mulai dari titik dermaga Rumah Singgah Tuan Kadi, kemudian berjalan melewati jembatan Siak IV, hingga ke Pelabuhan Sungai Duku, lalu kembali ke titik awal.

Waktu kunjung yang paling pas untuk menikmati keindahan alam ialah saat momen sunset sambil menyantap sajian makanan lezatnya.

Nama restoran terapungnya adalah Quantung Cruise Cafe & Resto, dibuka pada pukul 14:00 – 22:00 WIB.

Di dalam kapal tersebut akan disediakan ruang makan lesehan, meja dan kursi, dan spot untuk melihat pemandangan sekitar selama kapal berlayar di sepanjang sungai Siak.***

Rekomendasi