Telan Biaya Rp 3,9 Triliun, Kereta Api di Indonesia Ini Bisa Berjalan Tanpa Masinis, Ga Bahaya Ta?

inNalar.com – Tak mau kalah dengan negara-negara maju, Indonesia juga mempunyai kereta api canggih tanpa masinis.

Ya, kereta api tanpa masinis ini merupakan teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT KAI sebagai perusahaan pengelola moda transportasi kereta.

Banyak orang yang beranggapan jika kereta api tanpa masinis sulit untuk diwujudkan di Indonesia. Namun faktanya tidak demikian.

Baca Juga: Berusia 253 Tahun, Masjid Tertua di Manado Sulut ini Jadi Bukti Kerukunan Masyarakatnya Sejak Zaman Belanda

Kini Indonesia sudah memiliki kereta tanpa masinis yang bisa diuji coba mulai dari tanggal 12 Juli hingga 15 Agustus 2023.

Kereta tanpa masinis ini dibuat oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Madiun, Jawa Timur.

Dikutip dari Instagram @kai121_, kereta tanpa masinis ini bernama LRT Jabodetabek.

Baca Juga: Tingginya 199 Kaki, Inilah Patung Tertinggi di Jawa Timur! Jadi Tertinggi Kedua Setelah Patung Liberty?

LRT atau Light Rail Transit ini, merupakan kereta canggih tanpa masinis yang dioperasikan menggunakan Train Attendant.

Sedikitnya ada 31 trainset yang akan berjalan di LRT Jabodetabek ini. Namun ada 4 trainset yang akan dijadikan cadangan.

Setiap trainset beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 23.30 WIB dan di tiap stasiunnya berhenti antara 4 hingga 16 menit.

Baca Juga: Terpanjang se-Indonesia, Jalur MRT Pertama di Banten Ini Telan Anggaran Rp160 Triliun!

LRT Jabodetabek mempunyai kecepatan rata-raya mencapai 90 km per jam dan berkapasitas 1.480 orang.

Trainset LRT Jabodetabek digerakkan menggunakan motor car-M dan Motor Car dengan suplai daya 100 kW per motor.

Dalam uji coba terakhir yang dilakukan oleh PT KAI, trainset bisa digerakkan tanpa menggunakan masinis.

Pasalnya terdapat command center KAI yang berkantor di Bekasi, Jawa Barat.

Untuk membangun sebuah LRT Jabodetabek, pemerintah merogoh biaya sebesar Rp 3,9 triliun.***

Rekomendasi