

inNalar.com – Bendungan memang memiliki banyak fungsi. Tidak hanya menjadi pembangkit listrik tenaga air, adanya waduk juga bisa digunakan untuk menanggulangi banjir yang bisa terjadi.
Salah satu waduk yang tengah dibuat adalah bendungan Lau Sememe di Sumatera Utara. Bahkan pembangunan waduk ini merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi.
Adapun Bendungan Lau Simeme di Sumatera Utara ini mulai dikerjakan pada tahun 2017, dengan memakan biaya sekitar Rp. 1,3 triliun.
Selama melakukan pembangunan bendungan Lau Sememe, Terdapat sejumlah enam desa yang mendapatkan dampak dari pembangunan bendungan tersebut. Yaitu adalah Desa Sari Laba Jahe, Desa Kuala Dekah, Desa Rumah Gerat, Desa Siria-ria, Desa Mardinding Julu, dan Desa Penen.
Sebagai informasi, Bendungan Lau Simeme didesain menggunakan tipe zonal timbunan batu dengan tinggi 69,50 meter dari ketinggian sungai.
Selain itu waduk Lau Sememe juga memiliki panjang puncak bendungan yaitu 205 meter, dan luas area genangan air sebesar 125,84 hektar.
Dengan diadakannya bendungan Lau Sememe, diharapkan dapat bermanfaat menjadi infrastruktur pengendali banjir di daerah Kota Medan dan daerah Kabupaten Deli Serdang. Karena dengan adanya bendungan, maka dapat mereduksi derasnya aliran hulu Sungai Percut beserta Sungai Deli disaat musim hujan sebesar 68,17 m3/detik.
Karena menurut Menteri PUPR Basuki, ia menjelaskan jika adanya perubahan iklim di Indonesia merupakan tantangan dalam mengelola sumber daya air. Hal tersebut dapat disebabkan dari Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan musim kemarau. Ada pula dari pola hujan yang berdurasi pendek namun intensitasnya tinggi, ini sering mengakibatkan adanya banjir.
Selain dari pengelolaan banjir, Bendungan Lau Simeme ini juga nantinya akan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan air baku di daerah Medan dan Deli Serdang kurang lebih sebesar 3.000 liter/detik.
Baca Juga: Selain Bali, Banten Juga Memiliki Fakta Pesona Dan Budaya Lokal yang Harus Diketahui!
Tidak hanya itu, Diharapkan dari adanya bendungan Lau Sememe ini diharapkan juga dapat bermanfaat menjadi sumber pembangkit listrik sebesar kurang lebih 1,00 MW. Hingga akhirnya dapat mendukung sektor pariwisata Provinsi Sumatera Utara yang nantinya juga akan menumbuhkan ekonomi lokal.
Adapun lokasi dari Bendungan Lau Simeme ini berada di Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Bendungan dengan kapasitas tampung 21,07 juta m3 ini juga dibangun untuk memenuhi venue-venue mendekati Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Menurut Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumatera Utara, ia menerangkan jika nantinya akan dilakukan perbaikan jalan berlubang yang diakibatkan dari proyek pembangunan bendungan. Karena selama melakukan pembangunan, nantinya akan banyak truk dengan membawa batu dari Desa Mardinding kurang lebih sebanyak 1,5 juta kubik.
Dengan seringnya dilewati truk dalam mengangkut batu-batuan tersebut tentunya nanti jalanan akan rusak. Sehingga menurut Gubernur Sumatera Utara itu mengungkapkan jika akan melakukan perbaikan jalan seusai pembuatan bendungan Lau Sememe selesai.
Dengan adanya PON pada tahun 2024 besok, maka target penyelesaian dari bendungan ini diharapkan akan rampung di akhir tahun 2023. Setelah selesai di akhir tahun, maka di tahun 2024 selanjutnya akan dilakukan pengisian air.
Nah itulah Bendungan Lau Sememe di Sumatera Utara yang habiskan 1,3 Triliun agar bisa menanggulangi banjir. Semoga pembangunan ini lancar dan bisa digunakan untuk PON di tahun depan.***