

inNalar.com – Indonesia saat ini tengah melakukan pemanfaatan energi terbarukan demi mewujudkan ketahanan energi di tanah air. Salah satu wujudnya yakni dengan membangun PLTM Tongar.
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro atau PLTM Tongar berlokasi di Kab. Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat dengan kapasitas 2×3 MW.
Melansir dari laman Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menjelaskan bahwa dengan adanya proyek ini tentu akan memacu investor lain dalam memberikan dana serupa.
Menurutnya, pendanaan adalah salah satu tantangan utama dalam mengembangkan ekonomi hijau karena memerlukan biaya tidak sedikit.
Adapun pembangunan proyek ini diperkirakan menelan biaya investasi hingga Rp200 miliar.
Proyek ini sendiri juga diharapkan dapat menjadi salah satu implementasi target dalam mencapai energi baru terbarukan atau EBT sebesar 23 persen di tahun 2025 mendatang.
Sekaligus dalam mendukung pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060 nanti.
PLTM Tongar di Sumatera Barat ini sendiri telah diresmikan pada Senin 18 Desember 2023 lalu.
Proyek tersebut dikembangkan dan dimiliki oleh PT Optima Tirta Energy yang beroperasi dan dibangun atas komitmen dua negara yaitu pemerintah Indonesia dan Jepang.
Perwakilannya yakni NiX Co. Ltd (NiX) yang merupakan perusahaan rekayasa teknik dan infrastruktur sekaligus Independent Power Producer asal Jepang.
Kemudian PT Nuna Konstruksi Enjiniring Tbk (NKA) yakni perusahaan swasta terbuka konstruksi nasional independen di Indonesia.
PLTM Tongar merupakan poyek pertama yang dimiliki oleh dua perusahaan ini dengan kapasitas sebagai investor.
Pembangunan pembangkit listrik ini nantinya juga akan memakai teknologi terkini agar mampu menghasilkan listrik dari sumber air.
Dengan adanya proyek tersebut juga akan membantu mengurangi jejak karbon secara signifikan.
Selain itu, menjadi tanda langkah besar dari PT Optima Tirta Energy dalam mendorong keberlanjutan energi terbarukan di tanah air khususnya Sumatera Barat.
Pembangkit listrik nantinya juga dipakai untuk menyediakan sumber daya listrik bersih dan andal bagi masayarakat yang tinggal di Pasaman Barat.
Termasuk pula berkontribusi dalam emisi gas rumah kaca sehingga infrastruktur energi terbarukan di wilayah ini semakin kuat.***