Telan Biaya 80.000 Gulden, Bendungan Tertua di Jawa Barat Ini Dulunya Mampu Aliri Sawah hingga 10.000 Bouw

inNalar.com – Bendungan Katulampa merupakan salah satu bendungan tertua di Indonesia yang lokasinya berada di Kota Bogor, Jawa Barat.

Ternyata bendungan tertua di Jawa Barat tersebut dibangun pada tahun 1911 untuk mengaliri lahan seluas 5.000 hektar yang berada di sisi kanan dan kiri bendungan.

Jika musim hujan tiba, bendungan di Jawa Barat tersebut mampu menampung debit air sebanyak 630 ribu liter air/detik.

Baca Juga: Miliki Panjang 243 M, Jembatan Gantung di Sukabumi, Jawa Barat Jadi Jembatan Terpanjang se-Asia Tenggara

Pembangunan bendungan Katulampa, Jawa Barat tersebut sudah dimulai sejak tanggal 16 April 1911 dan diselesaikan hingga bulan oktober 1912.

Total biaya pembangunan bendungan tertua di Jawa Barat yang dikeluarkan pada masa itu adalah sebesar 80.000 gulden.

Bendungan Katulampa Jawa Barat merupakan karya Ir. Hendrik van Breen yang memiliki panjang 74 meter.

Baca Juga: Berikut 5 Daerah Terpanas di Jawa Barat, Ada yang Suhunya Capai 40 Derajat Celcius?

Diketahui bendungan tersebut mempunyai 5 inlaatsluis dan 3 spuisluis, yang masing-masing memiliki funsi yang berbeda.

Selain sebagai pengendali banjir pada masa itu, bendungan Katulampa Jawa Barat juga dapat mengairi lahan sawah sebanyak 10.000 bouw.

Pada saat itu, bendungan Katulampa di Jawa Barat juga sudah memiliki sistem informasi dini banjir.

Baca Juga: Bukan Gontor, Pesantren Mewah di Jawa Timur Ternyata Ada di Kota Malang, Fasilitasnya Bak Hotel Bintang 5!

Saking pentingnya bendungan Katulampa di Jawa Barat tersebut, pada saat itu peresmiannya dibuat semeriah mungkin, hingga diadakan pesta-pesta besar.

Peresmian bendungan Katulampa Jawa Barat pada saat itu dilakukan oleh Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg bersama dengan pejabat tinggi lainnya.

Biasanya saluran irigasi dari bendungan Katulampa di Jawa Barat tersebut memiliki kapasitas maksimum sekitar 6.000 liter/detik.

Namun seiring berjalannya waktu, saat ini lahan persawahan di Jawa Barat hampir tidak ada, bahkan di Jakarta bisa dibilang sudah tidak ada sama sekali.

Sehingga fungsi dari bendungan Katulampa Jawa Barat menjadi berkurang, ia hanya digunakan sebagai penopang banjir.

Hal tersebut menyebabkan aliran di bendungan Katulampa Jawa Barat saat musim penghujan sering meluap, dan akhirnya menyebabkan banjir yang tak terkendali. ***

Rekomendasi