

inNalar.com – Kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi, maka dibangun Pembangkit Listrik berkapasitas 350MW di Jambi.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi, terus menunjukkan kemajuan dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.
Proyek ini memanfaatkan potensi besar aliran air dari Sungai Merangin dan Danau Kerinci untuk menghasilkan energi ramah lingkungan dengan kapasitas hingga 350 megawatt (MW).
Baca Juga: BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor UMKM Binaan Demi Dorong Pengusaha Go Internasional
Dengan nilai investasi mencapai Rp13 triliun, PLTA Kerinci diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik.
Dana proyek ambisius ini berasal dari konsorium bank milik negara, adapun yang terlibat ada PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.
PLTA ini merupakan proyek strategis yang dikelola oleh PT Kerinci Merangin Hidro, anak perusahaan dari Kalla Group, bekerja sama dengan PT PLN sebagai penyedia layanan distribusi listrik.
Perusahaan ini menargetkan pembangunan rampung tepat waktu meskipun sebelumnya sempat tertunda sejak 2010.
Awalnya, proyek ini dirancang dengan kapasitas lebih kecil, yakni 150 MW.
Namun, setelah melalui survei ulang, potensi aliran air dari daerah tangkapan yang luas membuat kapasitas pembangkit meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 350 MW.
Baca Juga: Habiskan Rp 300 Triliun, Bandara di Jepang yang Pindahkan Gunung ke Laut Ini Terancam Tenggelam
PLTA Kerinci diproyeksikan mampu berkontribusi pada kebutuhan energi di 11 kabupaten/kota di Jambi serta beberapa provinsi tetangga seperti Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, dan Bengkulu.
PLTA Kerinci dirancang untuk mendukung upaya transisi energi di Indonesia, yang berfokus pada pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan.
Proyek ini tidak hanya akan menghasilkan listrik berkapasitas besar tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Sebagai salah satu bagian dari target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas energi hijau, proyek ini juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Selain menyediakan pasokan listrik yang lebih stabil, proyek ini membuka peluang kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Proyek PLTA Kerinci juga dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk turbin vertical francis dengan kapasitas masing-masing 87,5 MW.
Dengan tangkapan air seluas 1.353 kilometer persegi, pembangkit ini memiliki potensi operasional jangka panjang yang kuat.
Air yang dialirkan dari Sungai Merangin dan Danau Kerinci menjadi kunci utama bagi keberlanjutan produksi listrik dari PLTA ini.
Keberhasilan pembangunan PLTA Kerinci menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur energi yang berkelanjutan.
Setelah mulai beroperasi pada 2025, PLTA ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung suplai listrik di wilayah Sumatra.***(Muhammad Arif)