Telan Anggaran Triliunan, Jembatan Flyover Sepanjang 797 meter ini Jadi Icon Baru Arek-Arek Jawa Timur

inNalar.com – Dilansir dari presidenri.go.id, Presiden Joko Widodo meresmikan Flyover Djuanda pada Jumat, 6 September 2024.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pembangunan infrastruktur daerah menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan konektivitas masyarakat.

Selain itu, mengurangi biaya logistik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca Juga: 3 Instansi Daerah Jakarta Besinergi Bangun Stasiun Tanah Abang, Transformasi Infrastruktur Transportasi Dimulai

Jalan layang Djuanda mulai dibangun tahun 2022. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp363 miliar. Jalan layang ini menjadi proyek pertama yang diresmikan oleh Presiden RI pada hari itu.

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono.

Jalan layang yang semula dikenal dengan nama Flyover Aloha kini berganti nama menjadi Flyover Djuanda.

Baca Juga: Ini Dia 5 Proyek Bangunan Megah di Dunia yang Terbengkalai Bertahun-tahun! Nomor 5 Ada di Indonesia

Perubahan nama ini sebagai salah satu bentuk rasa hormat kepada Pahlawan Nasional yakni Djuanda Kartawidjaja.

Beliau terkenal sebagai pencetus Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 serta penggagas pembangunan Bandara Juanda di Jawa Timur.

Flyover Djuanda dibangun oleh BBPJN Jawa Timur-Bali, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, dengan kontrak yang dimulai pada 1 November 2022.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp 2,7 Triliun, Proyek Bendungan Kusan di Kalimantan Selatan Siap Dibangun Januari 2025

Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Persero)-PT Nindya Karya (Persero), KSO.

Jalan layang ini memiliki panjang total 858 meter, terdiri dari Jalan layang 1 (Sidoarjo-Juanda) sepanjang 435 meter, dan Jalan layang 2 (Juanda-Surabaya) sepanjang 423 meter.

Lebar jembatan mencapai 9 meter, dengan lebar jalan di atasnya 8 meter, dan dilengkapi dua lajur.

Selain itu, terdapat frontage di bagian luar sepanjang 500 meter, kemudian frontage bagian dalam sepanjang 260 meter.

Untuk meningkatkan keselamatan, flyover ini dilengkapi dengan lampu penerangan yang dipasang di struktur parapet, yang menyinari jalan setiap 3 meter.

Dipasang pula lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan sumber daya solar cell.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas antara Sidoarjo dan Surabaya, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Selain itu, untuk mengurangi kemacetan di simpang tiga Bundaran Aloha dan memperlancar arus lalu lintas di perlintasan rel kereta api yang terletak pada Jalan Akses Bandara Juanda.

Selain jalan layang Juanda, Presiden Jokowi juga meresmikan sembilan jembatan Calendar Hamilton dengan panjang total 797 meter dengan biaya yang digelontorkan sebesar Rp1,4 triliun.

Jembatan ini tersebar di delapan kabupaten/kota di Jawa Timur, yaitu Kediri, Blitar, Tulungagung, Pacitan, Trenggalek, Bojonegoro, Jember, dan Banyuwangi.

Presiden Jokowi percaya bahwa perbaikan infrastruktur ini akan memberikan dampak positif pada ekonomi lokal.

Peresmian ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Jawa Timur.

Dimana akan mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah di Indonesia.

Menariknya lagi, Flyover Djuanda di Sidoarjo juga dilengkapi dengan taman dan monumen ikonik yang menjadi simbol kebanggaan lokal.

Monumen ini memiliki desain monochrome dengan lebar 6 meter dan tinggi 12 meter, monumen ini terbuat dari material polyester fiber resin.

Monumen di jalanlayang ini tidak hanya berfungsi sebagai landmark, tetapi juga mewakili identitas negara, Sidoarjo, dan Djuanda itu sendiri.

Di monumen tersebut terdapat lambang Garuda yang melambangkan negara.

Kemudian ada ikon udang bandeng yang merupakan simbol khas daerah Sidoarjo, serta jangkar dan tulisan “Jalasveva Jayamahe” yang melambangkan motto TNI AL.***(Aliya Farras Prastina)

 

Rekomendasi