

inNalar.com – Bandung termasuk salah satu kota yang menjadi pusat perekonomian di Jawa Barat.
Terminal Leuwipanjang sendiri tercatat sebagai fasilitas terbaru di kota ini.
Proyek revitalisasi ini baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 3 Februari 2024 lalu.
Tidak hanya menjadi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan transportasi, kehadirannya ternyata juga mampu menjadi icon terbaru di daerah ini.
Presiden mengungkapkan bahwa sebuah terminal dahulunya hanya identik dengan area yang tidak nyaman, kumuh, dan kotor.
Adanya pembangunan pada terminal tipe A ini tentu menghapus seluruh presepsi tersebut.
Baca Juga: Laba Bersih PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk Terjun Bebas, Ternyata Segini Jumlah Utangnya
Bagaimana tidak, sekarang wajah Terminal Leuwipanjang sudah sangat keren dan bagus.
Proyek yang telah diresmikan oleh orang nomor satu di Indonesia ini memiliki bangunan modern dan khas.
Terdapat desain batik di bagian kanan bangunan terminal. Desain tersebut terlihat sangat ikonik jika dibandingkan dengan terminal lain.
Adanya icon ini mampu mengangkat nilai-nilai keindahan dari budaya batik asli dari Indonesia.
Bagian depan gedung terminal juga memiliki desain megah dengan kombinasi kaca.
Adanya revitalisasi di bidang fasilitas transportasi umum ini tentu akan menjadikan masyarakat kota semakin tertarik untuk menggunakannya.
Desain terminal yang keren tersebut juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat. Agar mulai beralih dari transportasi pribadi menuju transportasi massal.
Hal ini sangat penting agar Kota Bandung tidak dipenuhi dengan kemacetan.
Selain itu, adanya terminal tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan rasa nyaman dan aman bagi penduduk sekitar ketika ingin menikmati transportasi umum.
Termasuk dalam meningkatkan mobilitas warga ketika ingin bepergian antar kota hingga dalam kota.
Dilansir inNalar.com dari laman Sekretariat Kabinet RI, Terminal Leuwipanjang dilakukan revitalisasi dengan luasnya mencapai 30.000 meter.
Sedangkan untuk anggaran yang diperlukan untuk pembangunannya sebesar Rp70 miliar.
Tentu diharapkan mampu meminimalisir angka kemacetan di Provinsi Jawa Barat.
Terminal yang baru saja diresmikan tersebut juga termasuk terminal induk di kota ini yang berada di sebelah timur.
Area ini pertama kali dibangun pada tahun 1994 serta beroperasi mulai tahun 1996 lalu.
Kehadirannya direncanakan pula sebagai salah satu terminal modern di tanah air.
Nantinya akan diterapkan sistem informasi digital dalam mengelola setiap armadanya sehingga semakin terintegrasi dengan teknologi canggih.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi