

inNalar.com – Surabaya ternyata memiliki proyek infrastruktur flyover yang material bangunannya didatangkan dari Prancis.
Adapun infrastruktur di Surabaya yang dimaksud dalam pembahasan ini bernama flyover Teluk Lamong yang dibangun 2019 dan berakhir 2021.
Melansir dari KPPIP, Proyek ini ditujukan melancarkan distribusi logistik nasional dengan mempermudah akses darat dari dan menuju Pelabuhan Teluk Lamong.
Adapun yang menggarap konstruksi dari proyek jembatan layang senilai Rp1,6 Triliun ini yakni PT Wijaya Karya atau WIKA.
Menariknya, infrastruktur yang panjangnya mencapai 2,4 Kilometer ini materialnya sampai harus mendatangkan dari luar negeri.
Datangkan material bentang tengah dari Prancis ini bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Pasang Instalasi PLTS Senilai Rp29,54 Miliar, PT Tunas Alfin Tbk Catatkan Penurunan Jumlah Utang
Hal tersebut dikarenakan bentang tengah tersebut sudah dipabrikasi lengkap dari pabrik.
Dengan pabrikasi yang lengkap dari pabrik, maka akan memudahkan pelaksana konstruksi flyover tersebut.
Meskipun telah habiskan dana hingga triliunan dan mendatangkan material dari Prancis, nyatanya hingga kini flyover Teluk Lamong belum bisa beroperasi.
Flyover ini belum bisa beroperasi karena terkendala permasalahan konektivitas dengan ruas – ruas jalan terintegrasi.
Selain itu, terdapat isu teknis simpang susun yang telah ditindaklanjuti melalui pembahasan bilateral antara pihak Pelindo dan Kementerian PUPR.
Penyelesaian isu terkait serta mendukung operasional Fly Over Teluk Lamong, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas.
Dari hasil pembahasan, integrasi Fly Over Teluk Lamong dengan Akses Tol Surabaya – Gresik akan diprioritaskan.
Jadi, PT Margabumi Matraraya selaku operator Akses Tol Surabaya Gresik dan PT Pelindo selaku operator Fly Over Teluk Lamong bersama – sama dengan Direktorat Jalan Bebas Hambatan – Kementerian PUPR akan sinergikan langsung percepatan konstruksi simpang susun dimaksud.
Dengan begitu, manfaat dari keberadaan flyover ini akan bisa cepat dirasakan oleh masyarakat.***