Telah Diresmikan pada 2023, SPAM senilai Rp948 Miliar di Binjai Ini Malah Operasionalnya Tertunda, Kok Bisa?

inNalar.com – Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat Indonesia dengan membangun sejumlah SPAM atau Sistem Penyediaan Air Minum dan salah satunya ada di Binjai.

Pembangunan SPAM di Binjai ini dilakukan karena kurangnya pemenuhan kebutuhan air minum di daerah Binjai, Medan, Deli Serdang.

Dilansir inNalar.com dari sumutprov.go.id, kebutuhan air bersih untuk Mebidang sekitar 11.000 liter/detik.

Baca Juga: Terjadi Bentrokan di Gaza Selatan, 50 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara saat Israel Selamatkan Dua Sandera

Selama ini, kebutuhan air di ketiga daerah tersebut hanya terpenuhi sekitar 7.440 liter/detik

Dikenal dengan nama SPAM Mebidang, fasilitas ini mulai dibangun pada tahun 2021 silam.

Pada paruh kedua 2023, akhirnya SPAM Mebidang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Ikat Dana Rp1,32 Triliun, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD-T) di Palembang Sumatera Selatan Ini Hasil Kolaborasi RI – Australia

Lokasi SPAM Mebidang berada di Jalan Sibayak, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Dengan diresmikannya SPAM baru di Binjai tersebut, maka kebutuhan air yang sudah terpenuhi menjadi 8.540 liter per detik.

Dengan begitu, defisit air bersih pun semakin berkurang, menjadi sekitar 2.460 liter perdetik.

Baca Juga: Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) di Palembang Sumatera Selatan Senilai Rp1,32 Triliun Ini Terapkan 3 Jenis Teknologi, Apa Saja?

Kendati telah diresmikan pada Agustus 2023 lalu, namun hingga kini SPAM senilai Rp948 miliar ini belum dioperasikan.

SPAM Mebidang masih dalam tahap serah terima dan terdapat permasalahan di satu tempat distribusi air di Helvetia.

Hal tersebut dikarenakan semua air dari berbagai sumber telah dipencar untuk memenuhi kebutuhan warga seiring pesatnya pertumbuhan penduduk.

Baca Juga: Kampung Wisata Tersembunyi di Balikpapan Ini Jadi Objek Wisata yang Atraktif dan Edukatif

Maka dari itu, pemerintah provinsi telah membuat kebijakan dengan membangun satu lagi SPAM di Medan.

Selain itu, seharusnya dari pihak pengelola yakni PDAM Tirtanadi menyampaikannya ke lebaga legislatif atau publik untuk mencari solusinya.

Hal ini sangat penting agar masyarakat Mesan tidak terus menerus alami krisis air minum.***

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]