

inNalar.com – Berikut adalah teks pidato singkat untuk peringatan Hari Ibu lengkap dengan pantun. Mari bahagiakan wanita super ini di hari bahagianya.
Berbicara mengenai peringatan Hari Ibu, ada beberapa cara untuk memperingatinya. Salah satunya dengan membacakan teks pidato singkat yang menarik.
Isi dari teks pidato singkat terkait perayaan Hari Ibu bisa berisi ungkapan terima kasih maupun sejenisnya atas kehadiran wanita istimewa ini.
Selain itu, bisa juga teks pidato untuk perayaan Hari Ibu juga dilengkapi dengan pantun jenaka maupun pantun yang berisi nasihat.
Banyak yang bisa disampaikan pada teks pidato tentang Hari Ibu setiap tahunnya.
Ungkapan kasih sayang, rasa terima kasih, rasa rindu, permintaan maaf maupun lainnya bisa disampaikan pada teks pidato untuk peringatan Hari Ibu.
Baca Juga: Head to Head Brasil vs Korea Selatan Jelang Piala Dunia 2022: Saatnya Memutus Catatan Buruk!
Lantas, seperti apa contoh teks pidato singkat untuk peringatan Hari Ibu lengkap dengan pantun?
Dikutip dari situs gurupenyemangat.com, inilah teks pidato singkat untuk peringatan Hari Ibu lengkap dengan pantun. Mari bahagiakan wanita super ini di hari bahagianya.
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Alhamdulillah. Assalatu wassalamu ala rosulillah wa ala alihi wa mawwalah.
Yang terhormat, Bapak/Ibu…
Yang terhormat, Bapak Ibu…
Serta teman-teman yang berbahagia;
Baca Juga: Profil Song He Kyo, Pemain Drama The Glory, Dilengkapi Catatan Menarik yang Jarang Orang Ketahui
Pertama di atas segalanya, marilah kita bersama melantunkan syukur dalam ucapan maupun dalam hati kehadirat Allah SWT, karena berkat nikmat, hidayah, dan inayah-Nya lah kita bisa hadir dan duduk bersama di sini dalam memeriahkan kegiatan Hari Ibu.
Shalawat berbingkai salam kita sampaikan kepada Nabi Akhir Zaman, Sayyidina Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.
Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;
Baca Juga: Lakukan 4 Amalan Ini Sebelum Tidur, Dijamin Kamu akan Tidur Nyenyak dan Masalah Hilang
Tidak terasa akhir tahun 2022 sudah menyapa dengan hingar-bingarnya. Pada bulan Desember ini, kita bersyukur bisa berjumpa dengan momentum Hari Ibu yang mana diperingati setiap 22 Desember sejak tahun 1938 lalu.
Berkisah tentang Ibu atau Mama, kiranya sungguh ada catatan yang penuh dan tidak bakal bisa kita ungkap semua. Terutama kebaikan seorang Ibunda.
Pada sepinya kita, Ibu hadir sebagai sosok peramai dengan senyum tulusnya. Pada lelahnya kita sebagai seorang anak, Ibu hadir sembari membawakan kita cemilan yang dibuat dari tangan rapuhnya.
Dan pada saat hati kita sedang patah, seorang Ibu pun hadir dengan kekuatan cinta dan sayang untuk mengusir rasa sakit tersebut.
Sungguh ada begitu banyak cerita tentang Ibu yang takbisa saya ceritakan semua di sini. Teman-teman yang hadir di sini tentu sudah sangat merasakan betul betapa tingginya perhatian seorang Mama.
Tapi, bagaimana dengan perhatian kita terhadap mereka?
Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;
Bila kita renungkan, rasanya masih sedikit sekali perhatian ini kita berikan kepada Ibu. Pun demikian dengan balas jasa.
Barangkali, lebih banyaklah bantahan dan sikap cuek yang kita lambungkan kepada sosok malaikat tanpa sayap ini.
Bayangkan saja, misalnya saat kita pulang sekolah atau pulang dari jalan-jalan. Ketika kita disapa oleh Mama, “Bagaimana pelajaran hari ini, Nak?”, “Kenapa pulangnya lama, Nak?”, kita malah menjawab dengan jutek sembari menampilkan muka sendu.
Cobalah kita bayangkan, betapa tidak enaknya bila kita yang sedang berada di posisi Ibu tapi diperlakukan demikian.
Teman-teman yang berbahagia;
Baca Juga: Viral Korban Erupsi Gunung Semeru Kesurupan, Pesannya Bikin Bulu Kuduk Merinding
Bila berkisah tentang balas-membalas jasa, sungguh belum sedikit pun terbalas apa yang kita lakukan hari ini.
Walau begitu, pada momentum peringatan Hari Ibu Nasional tanggal 22 Desember tahun 2022 ini, marilah kita bersama-sama berjuang maksimal untuk membahagiakan Ibu dan juga Ayah kita di rumah.
Bahagiakanlah Mama di hari bahagianya mereka. Sejatinya seorang Ibu tidak melulu berharap hadiah maupun ucapan “Selamat Hari Ibu” melainkan kebaktian kita kepadanya.
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat dan Lengkap Tentang Menumbuhkan Sikap Sabar Saat Ditimpa Musibah
Dan terakhir, jangan pernah lupa untuk mendoakan Ibu, agar beliau sehat, sejahtera, selalu bahagia, dan senantiasa berada dalam lindungan-Nya.
Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;
Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah. Izinkan saya menutup pidato kali ini dengan pantun:
Jalan-jalan ke Kualanamu
Tidak lupa beli jajanan khasnya
Bahagiakanlah Ibumu
Sayangi beliau selamanya
Baca Juga: Bukan Michelle Ziudith yang Perankan Adegan Panas di Series Kupu-Kupu Malam, Ternyata Orang Ini
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
***