Teks Khutbah Jumat Terbaru Edisi 23 Desember 2022: Memahami Sifat Jaiz Allah


inNalar.com
– Artikel ini akan berisi khutbah Jumat terbaru edisi 23 Desember 2022 yang akan mengajak Anda untuk memahami sifat Jaiz Allah.

Anda dapat menyimak teks khutbah Jumat terbaru edisi 23 Desember 2022 yang dapat Anda jadikan rujukan untuk mengisi khutbah Jumat hari ini.

Dengan menyimak khutbah Jumat terbaru edisi 23 Desember 2022 ini, Anda akan mendapatkan tambahan pemahaman tentang sifat Jaiz Allah.

Baca Juga: 3 Perkara Sepele yang Sering Diabaikan, Padahal Kata Gus Baha: Bisa Selamatkan Manusia dari Siksa Allah

Melalui teks khutbah Jumat ini, Anda akan kembali diingatkan tentang hak prerogatif Allah dalam melakukan segala hal.

Dilansir inNalar.com dari laman Tebuireng Online, Berikut ini uraian lengkap tentang khutbah Jumat terbaru edisi 23 Desember 2022 tentang memahami sifat Jaiz Allah.

Teks Khutbah Jumat Terbaru Edisi 23 Desember 2022.

Komitmen dalam beribadah merupakan pondasi seorang muslim dalam menjalankan segala hal yang diperintahkan Allah.

Baik perintah-Nya yang berupa al-Wajibat, yaitu hal-hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang muslim.

Baca Juga: Alchemy of Souls Season 2 Episode 3 Sub Indo Tayang Jam Berapa? Cek Jadwal Rilis dan Link Streamingnya di Sini

Maupun perintah yang sifatnya al-Mandubat, yaitu segala perkara yang dianjurkan oleh-Nya untuk dikerjakan.

Selain patuh pada perintah-Nya, seorang muslim juga harus menjauh pada segala Larangan-Nya.

Baik larangan-Nya yang berupa al-Manhiyat, yakni segala sesuatu yang memang harus ditinggalkan.

Baca Juga: Gus Baha: Orang yang Merasa Tawadhu Itu Hakikatnya Dia Sombong, Kok Bisa? Begini Ternyata Penjelasannya

Maupun al-Makhruhat, segala perkara yang memang dianjurkan untuk ditinggalkan oleh seorang muslim.

Mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya merupakan komitmen dasar bagi seorang muslim.

Semata-mata dilakukan untuk meraih rida Allah dan mengharap kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Baca Juga: Profil Lengkap Kylian Mbappe, Penyerang Timnas Prancis yang Wajib Diwaspadai di Final Piala Dunia 2022

Perlulah diingat, bahwa segala peristiwa yang terjadi di dunia ini dapat dipahami dalam dua hal.

Pertama, peristiwa al-‘Adiyah, yakni peristiwa yang sering kita jumpai sehingga dianggap sebagai sebuah kebiasaan.

Kedua, peristiwa ghairu ‘adiyah, yakni peristiwa yang tidak biasa terjadi dan diluar nalar, yang lebih kita kenal sebagai mukjizat.

Baca Juga: Resep Camilan Simpel Spesial Perayaan Hari Raya Natal 2022: Christmas Green Tea Cookies

Mukjizat hanya diberikan kepada Nabi dan Rasul, sebagai sesuatu yang khariqat al-‘adat, sesuatu yang melanggar kebiasaan.

Akan tetapi, baik ‘adiyah maupun ghairuadiyah adalah sesuatu yang sama dihadapan Allah azza wa jalla.

Karena, tidak ada sesuatu apapun yang rumit bagi-Nya, meskipun hal tersebut melawan hukum kausalitas.

Baca Juga: Jadwal Tayang Drama Korea Alchemy of Souls Season 2 episode 4 sub Indo dan Link Download Bukan Drakorindo

La Yahtaju al-Masyi’atuhu ila Sya’in adalah sesuatu yang dikehendaki oleh Allah. Kehendak-Nya tidak butuh pada suatu apapun.

Segala hal yang Allah kehendaki tidak membutuhkan sandaran terhadap sesuatu yang lain.

Ketika Allah menciptakan sesuatu di dunia ini melalui proses sebab akibat, itu merupakan sebuah pilihan bagi-Nya.

Namun hal tersebut bukanlah sebuah keharusan, Allah bebas untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu tersebut.

Baca Juga: Szymon Marciniak, Sosok Wasit Pemimpin Laga Final Piala Dunia 2022 Antara Argentina vs Prancis

Itulah apa yang disebut fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu. Esensi utama dari sifat Jaiz Allah yang perlu dipahami lebih dalam.

Manusia diciptakan Allah dengan adanya sebab akibat, manusia diciptakan lewat perantara sebab Ayah dan Ibu. Itulah sesuatu yang bersifat Jaiz.

Semua flora yang muncul dari dalam tanah juga sesuatu yang sifatnya Jaiz bagi Allah. Itupun merupakan pilihan bagi-Nya, bukan sebuah keharusan.

Baca Juga: Tips Diet Sehat ala dr Zaidul Akbar dengan Menjaga Pola Makan Hidup Sehat, Kaum Wanita Wajib Tahu Nih!

Bagi Allah kedua hal tersebut adalah sama. Sebab, segala sesuatu yang Allah ciptakan itu La Yastanidu ila Sya’in.

Tidak bersandar pada apapun, hanya kehendak Allah. Semua itu berada pada ranah kuasa-Nya yang sifatnya mutlak.

Maka dari itu, manusia sebagai seorang hamba tidak bisa menciptakan atau mendesain masa depan sesuka hatinya.

Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Prancis di Piala Dunia 2022 , Lionel Messi akan membalas kekalahan kemarin di 2018

Manusia sebagai hamba-Nya hanya bisa berencana dengan perencanaan program-program terbaik.

Menjalani kehidupan ini dengan sunnatullah yang terbaik. Tapi pada akhirnya semuanya akan bersandar kepada Allah.

Bisa saja disebabkan hal yang biasa terjadi, bisa juga dikarenakan hal yang tidak biasa terjadi.

Baca Juga: Bocah Perempuan 9 Tahun Diduga Dicabuli 2 Teman Sebayanya di Sekolah, Alat Vital Korban Sampai Alami Infeksi

Sebagai seorang muslim, selain dengan berusaha, haruslah dibarengi dengan berdoa. Seperti yang termaktub dalam firman-Nya Q.S Ali Imran: 159

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Dengan ‘Azam manusia berencana sebaik-baiknya. Berusaha semaksimal mungkin.

Kemudian lewat fa tawakkal ‘ala allah manusia berserah diri pada Allah entah bagaimana nanti hasilnya.

Baca Juga: Julian Alvarez Sosok Penting untuk La Celeste di Piala Dunia 2022, Lionel Messi Dibuat Kagum Berkat Aksinya

Dengan memahami sifat Jaiz Allah lebih jauh inilah, seorang muslim dapat lebih merefleksikan sifat Jaiz dalam setiap sendi kehidupannya.

Demikianlah teks khutbah Jumat terbaru edisi 23 Desember 2022 semoga dapat bermanfaat bagi Anda dan umat muslim sekalian.***

 

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]