Teks Khutbah Jumat Singkat Terbaru: Mengendalikan Diri Atas Bahaya Sifat Konsumtif saat Teknologi Merajalela


inNalar.com – Berikut teks khutbah Jumat yang singkat dan terbaru membahas mengendalikan diri dari bahaya konsumtif saat teknologi berkembang pesat.

Gempuran teknologi membuat pola konsumtif manusia menjadi bahasan menarik di khutbah Jumat kali ini walaupun singkat tapi berisi.

Walaupun singkat tapi khutbah Jumat ini tergolong terbaru dalam hal temanya, karena isu sifat konsumtif dalam masa teknologi kekinian yang dihadapi manusia, masih jarang dibahas.

Baca Juga: Rahasia Buat Wajah Lebih Segar dan Cantik saat Bangun Tidur, yuk Lakukan 4 Cara Perawatan Alami Ini!

Maka teks khutbah Jumat ini sangat direkomendasikan untuk disampaikan walaupun singkat secara durasi.

Membahas isu hidup konsumtif di masa perkembangan teknologi, bisa membuat khutbah Jumat menjadi berkesan secara makna.

Oleh karena itu teks khutbah Jumat yang singkat tapi terbaru ini harus dibacakan atau disampaikan dengan penuh semangat.

Baca Juga: Jika Mandek Real Madrid Siapkan Pemain Ini Sebagai Alternatif dari Jude Bellingham, Harganya Gak Neko-neko

Nasehat yang bisa disampaikan dalam khutbah Jumat ini sebaiknya menganjurkan agar manusia tidak konsumtif meski teknologi sangat memudahkan kehidupan saat ini.

Lihat teks Khutbah Jumat singkat dan terbaru tentang pola konsumtif di era teknologi sebagaimana dikutip dari islam.nu.or.id sebagai berikut.

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًاإِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Baca Juga: Tips Cantik dr Richard Lee: Buruan Buang Skincare Kamu Jika Masih Punya 3 Masalah Ini di Wajah

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah swt dan menjalankan perintah-Nya.

Karena dengan ketakwaan, setiap persoalan hidup yang kita alami akan ada jalan keluarnya dan akan ada pula rezeki yang datang kepada kita tanpa disangka-sangka, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran surah At-Talaq Ayat 2 dan 3:

Baca Juga: Punya Komedo Menumpuk dan Membandel? 6 Cara Ini Wajib Dicoba, Bikin Wajah Mulus dan Glowing Instan

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

Artinya: “Siapa pun yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Pada zaman kemajuan teknologi ini, hampir semua hal menjadi mudah bagi manusia. Kita bisa berkomunikasi tanpa harus bertemu, kita bisa melihat wajah keluarga kita di kampung halaman sekalipun jauh.

Baca Juga: Dosa Setinggi Gunung pun Seketika Dihapus oleh Allah SWT Asalkan Membaca Wirid dari Syekh Ali Jaber Ini

Cukup menggunakan video call, kita ingin membaca berita atau menontonnya cukup dengan membuka web dan media sosial, bahkan kini untuk berbelanja pun bisa melalui gawai atau handphone kita. Sungguh era kemajuan yang luar biasa!

Berbicara mengenai belanja online, tidak asing lagi bagi kita bahwa teknologi ini sangat memudahkan kita dalam bertransaksi.

Para ulama dalam jenis jual beli online berpendapat sah, apabila sebelum transaksi kedua belah pihak sudah melihat mabi’ (barang yang diperjualbelikan) atau telah dijelaskan baik sifat maupun jenisnya, serta memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun jual beli lainnya dengan dasar pengambilan hukum.

Baca Juga: Target Manchester United Mengalami Cedera saat Menjalani Latihan Bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2022

Syekh Muhammad bin Ahmad al-Syathiri menyebutkan dalam karyanya Syarh Yaqut al-Nafis:

وَالْعِبْرَةُ فِي الْعُقُودِ لِمَعَانِيهَا لَا لِصُوَرِ الْأَلْفَاظِ وَعَنِ الْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ بِوَاسِطَةِ التِّلِيفُونِ وَالتَّلَكْسِ وَالْبَرْقِيَاتِ كُلُّ هذِهِ الْوَسَائِلِ وَأَمْثَالِهَا مُعْتَمَدَةُ الْيَوْمِ وَعَلَيْهَا الْعَمَلُ

Artinya: “Yang diperhitungkan dalam akad-akad adalah substansinya, bukan bentuk lafalnya. Dan jual beli via telepon, teleks dan telegram dan semisalnya telah menjadi alternatif utama dan dipraktikkan.”

Baca Juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 143 Kurikulum Merdeka, Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha pada Masa Lalu

Bagaimana pun modelnya, jika substansi jual belinya memenuhi syarat dan rukun, maka sah, termasuk jual beli online melalui aplikasi-aplikasi yang ada di handphone kita.

Di luar dari konteks hukum jual beli, ada hal yang perlu kita perhatikan sebagai muslim yang bijaksana.

Sering sekali kita berbelanja online tanpa memerhatikan urgensi dan kebutuhan pada barang tersebut, akan tetapi kita berbelanja karena hawa nafsu saja.

Baca Juga: Gerardo Martino Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Meksiko Usai Hasil Buruk yang Dialami di Piala Dunia 2022

Jika dahulu orang suka berbelanja dengan pergi ke swalayan, mungkin memerlukan usaha dan suasana hati yang mendukung untuk keluar rumah.

Namun sekarang, tanpa perlu melangkah ke luar rumah, kita sudah bisa mengakses toko-toko dengan berbagai produknya, bahkan disertai dengan diskon di beberapa hari tertentu dalam satu bulan.

Hal ini tentu menjadikan syahwat berbelanja dan sifat konsumtif lebih besar dan terfasilitasi.

Baca Juga: 4 Skincare Favorit Artis Korea yang Bisa Ditemukan di Indonesia, Harganya Ada yang Cuma 70 Ribu Saja Lho

Berapa banyak orang yang berbelanja karena tergiur diskon, namun setelah berbelanja ia bingung dengan dirinya sendiri, “Untuk apa ya, saya membeli barang ini?”.

Ada rasa penyesalan yang timbul dari dirinya karena hawa nafsunya dalam berbelanja.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Baca Juga: Dhio Daffa Pembunuh Satu Keluarga di Magelang Gunakan Racun Zat Arsenik Pencabut Nyawa

Perilaku tersebut adalah akibat dari sifat boros atau konsumtif yang ada dalam diri kita. Jangan sampai gaya hidup konsumtif menguasai kita. Apa itu gaya hidup konsumtif?

Yaitu berlebihan membeli suatu barang atau jasa dengan mengutamakan keinginan daripada kebutuhan.

Dalam hal ini, Allah swt menegaskan agar kita jangan berlaku konsumtif atau boros. Dalam surat al-Isra’ Ayat 26 dan 27 Allah berfirman:

Baca Juga: Kunci Jawaban Soal UAS atau PAS IPA Kelas 9 Semester 1, Pilihan Ganda dan Esai

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Artinya: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Ayat ini secara tegas menyamakan sifat orang yang suka menghambur-hamburkan harta secara boros dengan setan, sebab keduanya sama-sama memiliki dampak yang negatif.

Baca Juga: Rekomendasi Film Bioskop Desember 2022 Ini Bakal Temani Akhir Tahun Kamu, Ada Avatar 2 The Way of Water Loh!

Orang yang boros akan menyia-nyiakan hartanya dengan hal yang tidak bermanfaat.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berlebihan dalam segala sesuatu. Sifat berlebih-lebihan akan berdampak negatif pada diri sendiri.

Belanja dengan konsumtif dan boros termasuk kepada berlebih-lebihan, maka hal tersebut tidak baik dan berdampak negatif.

Baca Juga: Penyebab Drama Reborn Rich Ganti Jadwal Tayang Diduga karena Takut Kalah Saing, Episode 7 dan 8 Kapan?

Mengenai perilaku menghambur-hamburkan harta, Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang tertulis dalam Shahih Muslim:

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian supaya beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”

Dalam hadits lain, Rasulullah saw menegaskan:

“كُلُوا، وَاشْرَبُوا، وَتَصَدَّقُوا، وَالْبَسُوا، غَيْرَ مَخِيلَة، وَلَا سَرَف

Artinya: “Makan, minum, bersedekah dan berpakaianlah kalian, tanpa sombong dan berlebihan.”

Baca Juga: Selamat Datang Desember! Gunakan 15 Ucapan Ini untuk Jadi Penyemangat dalam Menutup Tahun 2022

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala

Semoga, kita dapat bijak dalam segala sesuatu, salah satunya dalam mengolah harta kita dalam berbelanja.

Jangan sampai kita membelanjakan harta kita pada sesuatu yang tidak kita tahu manfaatnya. Dari pada kita membelanjakan uang kita secara boros, alangkah baiknya kita sedekahkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Baca Juga: Buruan! Cek Promo Makanan dan Minuman Bulan Desember 2022 Terlengkap dan Terbaru Ini, Ada KFC hingga Teguk Loh

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Seperti itulah teks khutbah Jumat membahas terkait pola konsumtif di kehidupan manusia, semoga bermanfaat. ***

Rekomendasi