Teks Khutbah Jumat Edisi 26 Desember 2022 Tentang: Membenahi Tujuan Hidup yang Sesungguhnya

inNalar.com- Simak teks khutbah Jumat edisi 26 Desember 2022.

Teks khutbah Jumat kali ini akan membahas tentang membenahi tujuan hidup yang sesungguhnya.

Bagi kalian yang mempunyai tujuan hidup namun belum tersampaikan, mari simak teks khutbah Jumat edisi 26 Desember 2022 kali ini.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Singkat Edisi 23 Desember 2022 dengan Tema Menjaga Iman dan Takwa dalam Kehidupan

Arti tujuan hidup menurut Islam yakni untuk mengabdi kepada Allah ta’ala, dan beribadah kepada Allah ta’ala.

Dan apa yang manusia cari selama mereka didunia, yaitu Maknal Hayati, Sa’adatul Hayat, dan Akhirul Hayat.

Dilansir inNalar.com dari laman tebuireng.com berikut teks khutbah Jumat tentang membenahi tujuan hidup yang sesungguhnya.

Baca Juga: Resep Ayam Pedas Manis Simple Cita Rasa Restoran ala Chef Devina Hermawan, Cocok Dinikmati Bersama Keluarga

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه لا نبي بعده

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن ذَكَرࣲ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَـٰكُمۡ شُعُوبࣰا وَقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوۤا۟ۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِیمٌ خَبِیرࣱ

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini versi BMKG, 17 Desember 2022: Persiapkan Payung karena Berpotensi Hujan Petir

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam kesempatan kali ini marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

Yakni, imtitsal awamirillah wa ijtinab nawahihi, melaksanakan perintah Allah, baik berupa kewajiban maupun kesunahan.

Sekaligus, menjauhi seluruh larangan Allah, baik larangan makruh, apalagi yang haram.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru Edisi 23 Desember 2022: Memahami Sifat Jaiz Allah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Melalui khotbah ini saya sampaikan kepada umat Islam, termasuk para santri. Kita tahu manusia pada umumnya mempunyai keinginan, atau cita-cita yang sangat tinggi.

Namun, tidak semua keinginan tersebut selaras dengan apa yang kita harapkan.

Bahkan tujuan hidup kita menyeleweng dari tujuan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Bahkan, terkadang tujuan kita bertentangan dengannya.

Baca Juga: Gus Baha Bagikan Amalan Ringan Agar Rumah Dijaga Malaikat: Jadi Ini Jelas, Ayatnya Juga Jelas

Sebagaimana tujuan hidup sesungguhnya yang difirmankan kepada Allah:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Ibnu Abdil Bar menafsirkan makna liya’budun adalah liyuqirru bi al-‘ubudiyah dhau’an au karhan (berusaha konsisten pada nilai ibadah dalam keadaan gembira ataupun susah).

Baca Juga: Hindari Perbuatan Ini Karena Dosanya Sangat Besar, Bahkan Kata Gus Baha Termasuk Kriminal ke Allah

Terkadang memang ibadah ada yang kita sukai ataupun tidak. Dan itu kita dituntut untuk selalu menarik nilai ibadahnya.

Maka dari itu, keberhasilan yang sesungguhnya bukanlah atas seberapa tinggi jabatan yang kita peroleh, banyak harta yang dikumpulkan, atau luasnya ilmu yang kita paham.

Kalau pun itu tidak dilandasi dengan orientasi pengabdian kepada Allah, maka tidak berguna.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Pekanbaru Riau Hari Ini, Sabtu 17 Desember 2022 BMKG: Siang Hari Diperkirakan Cerah Berawan

Dengan demikian keberhasilan yang sesungguhnya, yakni seberapa tinggi kita mendapatkan pengabdian kepada Allah. Kita dapat meniru kisah berikut ini:

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «خَدَمْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ بِالْمَدِينَةِ وَأَنَا غُلَامٌ لَيْسَ كُلُّ أَمْرِي كَمَا يَشْتَهِي صَاحِبِي أَنْ أَكُونَ عَلَيْهِ مَا قَالَ لِي فِيهَا أُفٍّ قَطُّ، وَمَا قَالَ لِي لِمَ فَعَلْتَ هَذَا أَوْ أَلَّا فَعَلْتَ هَذَا»

Dari Anas: Saya menjadi abdi ndalem Rasulullah selama sepuluh tahun saat di Madinah. Saat itu saya masih bocah.

Baca Juga: Cara Bersedekah Agar Mudah Diterima Menurut Gus Baha: Syaratnya Cuma Satu, Tapi Sulit Dikerjakan

 Rasulullah tidak pernah mengucap kepada saya perkataan “heh, ah, huh, hmm” sekalipun. Dan tidak pernah mengomentari “kenapa kamu begini, kenapa kamu tidak begitu”.

Kita tahu bahwa perkataan-perkataan remeh itu dijelaskan dalam Qur’an sebagai larangan ujaran seorang anak kepada orang tuanya.

Namun, hal ini dipraktikkan oleh Rasulullah kepada abdi ndalemnya.

Baca Juga: Apa Itu Collagen Peptide? Rahasia Kecantikan yang Bikin Wajah dan Kulit Awet Muda, Kamu Wajib Tahu Ini

Sangat jelas bagaimana sikap Rasul kepada Anas.

Sikap Rasul kepada Anas bukan tanpa sebab, sangat dimungkinkan bahwa Anas begitu sempurna mengabdi kepada Nabi.

Sehingga Nabi begitu percaya kepadanya, sampai-sampai tidak pernah mempersoalkan apa pun yang dilakukan oleh Anas.

Semoga kita dapat menjadi manusia sukses di mata Allah, yakni selalu memproses kehidupan kita agar bernilai ibadah kepada-Nya.

Baca Juga: Waspada! Mandi Junub Bisa Tidak Sah Hanya Gara-gara Ini, Gus Baha: Banyak Orang Masih Salah

وَالۡعَصۡرِ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ ِالَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡر

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Itu tadi merupakan teks Khutbah Jumat edisi 26 Desember 2022. Semoga bermanfaat dan bisa dibawakan pada saat sholat Jumat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]