Teks Ceramah Singkat Ramadhan 2022: Tema Memahami Kembali Syarat Wajib dan Sah Puasa

inNalar.com – Ceramah singkat atau biasa disebut kultum (kuliah tujuh menit) sangat baik untuk dipelajari, mulanya adalah dengan memperhatikan pendakwah lain atau membaca contoh teks ceramah.

Manfaat dari belajar ceramah adalah untuk melatih publik speaking, memperdalam pengetahuan keagamaan, dan menyebarkan syiar Islam.

Untuk itu kami mencoba merangkai sebuah teks kultum untuk hari kedua Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriyah ini.

Dari contoh teks kultum atau ceramah singkat dan sederhana ini, kami harap dapat dijadikan sebagai referensi bagi Anda untuk memulai berlatih berbicara di depan umum lewat mimbar masjid dan musola atau secara daring di internet.

Baca Juga: Ingin Puasa di Bulan Ramadhan 2022 Tapi Lupa Niat dan Sahur, Bagaimana Solusinya? Berikut Jawaban Buya Yahya

Berikut contoh teks kultum atau ceramah singkat yang inNalar.com sajikan untuk Anda.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ ؛ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ اللهُ رَحْـمَةً لِلْعَالَمِيْنَ ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الـمُؤْمِنِيْنَ ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الغُرِّ الـمَيَامِيْنِ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Yang saya hormati (….)
Yang saya muliakan (….)

Alhamdulillah, tak pernah luput kita panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita semua nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan sehingga dapat melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan menuju tempat yang mulia ini.

Dan tak akan pernah lupa pula marilah bersama sama kita bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad Saw, yang telah datang membawa risalah Islam yang rahmatan lil alamin.

Baca Juga: Inilah Rukun Puasa yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Para hadirin yang mulia

Berhubung saat ini kita masih berada di awal permulaan Ramadhan 1443 Hijriyah ini, marilah kita bersama menyegarkan kembali ingatan mengenai hal-hal yang penting mengenai berpuasa Ramadhan. Agar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1443 Hijriyah 2022 Masehi ini kita dapat lebih sempurna mengerjakannya.

Salah satu hal yang penting untuk kita ketahui adalah, bagaimana saja syarat-syarat agar puasa kita dikatakan sah dan bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

Berbicara mengenai syarat, menurut ilmu fiqih syarat adalah segala sesuatu yang diperlukan dan diharuskan untuk dilengkapi sebelum melakukan sesuatu.

Dalam hal syarat puasa, maka ada tiga bentuk syarat yang perlu kita pahami dan terapkan agar amal ibadah kita dapat bernilai di sisi Allah Swt.

Tiga bentuk syarat puasa antara lain adalah:

  1. Syarat wajib puasa
  2. Syarat sah puasa
  3. Syarat wajib sekaligus sah melakukan puasa

Adapun yang dikatakan sebagai syarat wajib puasa adalah syarat bagi seseorang yang dikenakan kewajiban untuk berpuasa, yaitu:

  1. Baligh, artinya sudah cukup umur dan sempurna akal serta kemampuan berpikirnya. Maka bagi anak kecil tidaklah wajib melakukan puasa.
  2. Mampu, artinya memiliki kemampuan secara fisik untuk berpuasa, bagi orang yang sakit atau terdapat suatu uzur (halangan) baginya tidaklah wajib berpuasa.

Kemudian, yang disebut sebagai syarat sah puasa adalah syarat atau ketentuan suatu pekerjaan agar dapat disebut sebagaimana pekerjaan tersebut, dalam hal ini puasa, seseorang dikatakan sah melakukan puasa apabila memenuhi
tiga ketentuan:

  1. Beragama Islam, tidak sah berpuasa bagi orang non muslim meskipun ia baligh dan mampu.
  2. Niat, seseorang yang tidak berniat puasa akan tetapi tidak makan dan minum selama waktu puasa, tidaklah sah disebut puasa.
  3. Menunaikan puasa pada waktunya, puasa telah ditentukan waktunya yaitu dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Maka tidak sah orang yang berpuasa sepanjang waktu atau tidak berbuka ketika waktunya. Tidak pula sah berpuasa Ramadhan di selain bulan Ramadhan.

Yang terakhir adalah Syarat wajib dan sah puasa secara bersamaan. Syarat wajib dan sah puasa secara bersamaan adalah ketentuan yang menjadikan seseorang dipandang wajib melaksanakan puasa dan puasanya dinilai sah. Sebaliknya jika tidak ada ketentuan (syarat-syarat) ini maka puasa tidak wajib sekaligus tidak sah bagi orang tersebut:

  1. Berakal, artinya sehat secara nalar berpikirnya. Maka puasa tidak wajib atas orang dengan gangguan jiwa dan tidak wajib pula atas orang yang akalnya belum berfungsi secara sempurna yaitu orang pingsan, atau orang dalam keadaan koma.
  2. Suci dari Haid dan Nifas Bagi wanita yang sedang mengalami masa haid dan nifas maka tidak wajib baginya berpuasa dan tidak sah berpuasa. Akan tetapi wajib mengganti (qada) di hari lain selain bulan Ramadhan.

Baca Juga: 7 Manfaat Makan Kurma Saat Puasa Ramadhan, Bisa Cegah Penyakit Berbahaya

Bapak ibu, para hadirin yang dimuliakan Allah

Jadi demikianlah seperti yang telah saya ungkapkan tadi, syarat syarat tersebut harus dipenuhi bagi kita dan diperhatikan betul sebelum melakukan ibadah puasa Ramadhan.

Agar ibadah yang kita lakukan selama ini tidak menjadi sia-sia belaka.

Demikianlah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan pada malam kedua Ramadhan ini, bukan bermaksud mengajari ikan berenang, namun hanya berusaha menyegarkan kembali ingatan kita semua mengenai hal-hal penting dalam ibadah puasa Ramadhan.

Tak ada gading yang tak retak, mohon maaf atas segala khilaf kata dan perbuatan. Maklumlah umur masih setahun jagung, darah masih setampuk pinang.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ والهِدَايَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca Juga: Siwak Sangat Disukai Nabi Muhammad Saw, Terbukti Miliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Mulut dan Gigi

Demikian teks kultum Ramadhan hari kedua, semoga dapat dijadikan referensi bagi para da’i dan kaum muslimin di manapun berada.***

Rekomendasi