Tekor Modal Rp1,18 Triliun, Rupanya Waskita Beton Kuasai 9 Proyek IKN di Kalimantan Timur Bernilai Jumbo, Totalnya Tembus Segini

inNalar.com – PT Waskita Beton Precast Tbk tengah babak belur lantaran kinerja keuangannya yang tengah alami tekor modal alias defisiensi modal.

Meski begitu, rupanya pemilik kode perusahaan WSBP ini juga tengah kebanjiran proyek kontrak suplai di IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Tidak tinggal diam, perusahaan terus berfokus memperbaiki kinerja keuangannya dengan deretan proyek yang tengah dikerjakan.

Baca Juga: Raih Fasilitas Pinjaman Senilai Rp2 Triliun, Segini Jumlah Aset Perusahaan Batu Bara PT Golden Energy Mines, Naik Drastis?

Tidak hanya itu, jurus restrukturisasi keuangan pun akhirnya dikerahkan demi mempersehat kondisi keuangan perusahaan.

Sebagai informasi, entitas BUMN ini menginformasikan dalam laporan keuangan perusahaan kuartal III tahun 2023 mengenai kondisi defisiensi modal ini.

Tercatat bahwa PT Waskita Beton Precast Tbk tengah mengalami tekor modal hingga Rp1,18 triliun.

Baca Juga: Incar Pendapatan Rp46 Triliun, Laba PT Golden Energy Mines Milik Sinar Mas Group Anjlok 18 Persen pada Kuartal III 2023

Kondisi ini terjadi karena imbas dari adanya beberapa proyek bermasalah yang pembiayaannya berasal dari utang.

Oleh karena itu, perusahaan langsung melakukan restrukturisasi pinjaman, dan mengajukan masa penundaan pembayaran utang untuk sementara waktu. 

Selain itu, langkah pengaturan cash waterfall pun juga dilakukan guna mengatasi lilitan tekor modal ini.

Baca Juga: Luasnya Lebih dari 20 Hektar, Smelter Nikel Rp69 Triliun di Sulawesi Tenggara Ini Mampu Serap 12 Ribu Tenaga Kerja?

Sebagai informasi, tercatat Waskita Beton memiliki catatan utang yang bersumebr dari pinjaman Bank DKI sebesar Rp671 miliar.

Catatan tersebut menjadi sinyal serius bagi perusahaan konstruksi ini, karena kondisi semacam ini dapat menunjukkan keraguan yang signifikan.

Inilah yang kemudian membuat WSBP bergegas lakukan restrukturisasi keuangan yang hingga kini progresnya cukup signifikan hingga per 1 Desember 2023.

Baca Juga: Serap 2.320 Pekerja! Pabrik Kelapa Sawit Rp2 T di Kalimantan Selatan Diklaim Mampu Tingkatkan Devisa Negara, Benarkah?

“Saat ini progress implementasi restrukturisasi keuangan WSBP telah mencapai 90%,” tulis pihak manajemen Waskita Precast, dikutip inNalar.com dari situs resmi perusahaannya.

Progres signifikan ini cukup mengembalikan kepercayaan publik hingga akhirnya Waskita Beton berhasil kebanjiran sembilan proyek IKN, Kalimantan Timur.

Anak perusahaan Waskita Karya ini diketahui tengah sibuk memasok suplai produk readymix ke sejumlah proyek pengerjaan di Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga: Guyurkan 170 Juta Dolar AS, PSAB Sudah Kantongi Proyek Tambang Emas Jumbo di Sulawesi Utara, Mulai Beroperasi Tahun…

Di antara suplai produknya untuk kelancaran pembangunan IKN adalah Proyek Gedung Sekretariat Presiden beserta infrastruktur penunjangnya.

Kemudian ada pula proyek pembangunan Jalan Kerja yang masuk dalam paket pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4.

Selain itu, Proyek Pembangunan Gedung Kementerian Kementerian Koordinator 3 dan 4.

Baca Juga: Gandeng China, Smelter Nikel Rp6 Triliun di Kalimantan Selatan Ini Mampu Serap 10 Ribu Pekerja, Kapan Rampung?

Bahkan baru-baru ini dikabarkan Waskita Beton tengah sibuk mengerjakan Proyek Rumah Susun ASN 3 di IKN Kalimantan Timur.

Strategi efisiensi pasokannya didukung dengan adanya Batching Plant atau BP Sepaku I dengan volume produksi 4.157 meter kubik.

Selaitu itu, BP Tempadung juga turut membantu suplai readymix yang volume produksinya 53.371 meter kubik dan telah jelas manfaatnya bagi kelancaran Proyek Tol Simpang Tempadung – Pulau Balang Seksi 5A.

Baca Juga: Raup Pendapatan Bersih Rp27,76 Triliun, ITMG Catat Penjualan Batu Bara Tembus 15,3 Juta Ton di Kuartal III 2023

Dengan adanya kedua tempat produksi bahan baku beton readymix ini, jaminan efisiensi distribusi produk dan efisiensi biaya operasional dapat teratasi dengan baik.

Sebagai informasi, proyek IKN Kalimantan Timur yang berhasil digenggam oleh Waskita Beton diketahui menembus Rp230 miliar.

Pihak perusahaan terus menargetkan penambahan nilai kontrak baru sepanjang 2023 hingga Rp427 miliar.

Jika sesuai target, suplai untuk sejumlah proyek ini akan terus dilakukan hingga tahun 2024.***

Rekomendasi