Teknologi AI Menghancurkan Dunia Pendidikan? Ini Kata Pakar Inovasi Pendidikan

inNalar.com – Berkembanganya kecerdasan buatan era ini seperti chatGPT dan sejenisnya, kerap membuat publik dunia terutama pendidikan bergetar.

Bukan hanya takut akan industri pendidikan yang berubah bentuk sehingga akan ada bebepa pos yang ditempati robot, para pemarhati pendidikan khawatir penurunan kualitas pendidikan kedepan.

Hal ini lantaran siswa dengan kemajuan teknologi ini memiliki potensi besar untuk mengandalkan alat pintar saat mengerjakan tugas rumahnya. Kreatifitas pun digantikan oleh generator otomatis yang memiliki tingkat kecerdasan yang semakin hari lebih ditingkatkan.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Peranan Ibu yang Bisa Diandalkan saat Hadapi Kecemasan: Kunci Keluarga Harmonis!

Tapi, apakah memang kemajuan Artificial Intelligence ini akan selamanya merusak tatanan pendidikan?

Menjawab hal itu, Sal Khan, pendiri dan CEO Khan Academy, berbagi pandangannya tentang bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bisa menjadi pemicu transformasi positif terbesar yang pernah dialami pendidikan.

Ia menunjukkan peluang-peluang yang ada bagi siswa dan pendidik untuk berkolaborasi dengan teknologi AI – termasuk potensi adanya tutor AI pribadi untuk setiap siswa dan asisten pengajar AI untuk setiap guru – dan mendemonstrasikan beberapa fitur baru yang menarik untuk chatbot edukasi mereka, Khanmigo.

Baca Juga: Moana Dikabarkan Sebagai Anak Indigo, Reaksi Ria Ricis Ini Bikin Geleng-Geleng

Inovator pendidikan tersebut memulai presentasinya dengan mengajukan pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika setiap siswa di dunia memiliki tutor pribadi yang bisa membantu mereka belajar apa pun yang mereka inginkan?

Tentu survei itu menjawab hal-hal yang positif akan terjadi seperti membuat siswa lebih termotivasi, lebih percaya diri, lebih menguasai materi, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Namun, ia menyadari bahwa hal itu tidak mungkin terwujud dengan tutor manusia, karena keterbatasan jumlah, biaya, dan kualitas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca untuk Wilayah Bandung dan Sekitarnya Edisi 17 Mei 2023

Maka dari itu, ia beralih ke teknologi AI sebagai solusi alternatif. Ia mengatakan bahwa AI bisa menjadi tutor pribadi yang bisa beradaptasi dengan kecepatan, gaya, dan minat belajar setiap siswa.

Oleh karena itu, Sal Khan memperkenalkan Khanmigo, sebuah chatbot edukasi yang menggunakan teknologi AI untuk berinteraksi dengan siswa dan membantu mereka belajar berbagai bidang studi dan keterampilan abad ke-21.

Aplikasi tersebut dapat berinteraksi dengan siswa secara teks dan sura serta memberikan reaksi yang adaptif sesuai dengan kemampuan masing-masing anak di masing-masing mata pelajaran.

Baca Juga: Timnas Sepak Bola Indonesia Juara SEA Games 2023: Thailand Akhirnya Kita Tamatkan!

Ia menekankan bahwa teknologi AI seperti Khanmigo bukan untuk menggantikan guru atau sekolah, tetapi untuk melengkapi dan mendukung mereka. Selain mengajar, alat cerdas itu dapat memberikan laporan perkembangan siswa kepada guru secara berkala.

Dengan adanya alat-alat AI tersebut, bisa membuka akses pendidikan berkualitas bagi semua orang di dunia dan menciptakan generasi siswa yang lebih cerdas, lebih kreatif, lebih kompeten, dan lebih peduli.

Sal Khan menutup presentasinya dengan menyampaikan harapannya bahwa alat-alat AI bisa membuka akses pendidikan berkualitas bagi semua orang di dunia.

Baca Juga: Manajer Pengajak Staycation Karyawan Cantik PT Ikeda Rupanya Dosen Kampus Ternama

Pada akhirnya, ia berharap bahwa alat-alat AI bisa menjadi kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih cerdas, lebih kreatif, lebih kompeten, dan lebih peduli.***(Dadang Irsyamuddin)

 

Rekomendasi