Tekan Pengeluaran Listrik hingga 50 Persen, Ganjar Pranowo Dorong Pemprov Jateng Terapkan PLTS di Ponpes


inNalar.com 
– Sebanyak 10 Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Tengah menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemprov Jateng.

Informasi tersebut diketahui melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadi Ganjar Pranowo pada Sabtu, 14 Januari 2023.

Dilansir inNalar.com dari akun Instagram @ganjar_pranowo pada Sabtu (14/01/2023), Sepuluh Pondok Pesantren yang telah menerima bantuan PLTS tersebut yaitu Ponpes Sabilul Khoirot (Semarang), Muhammadiyah Ahmad Dahlan (Tegal), dan Al Imam An Nawawi (Tegal).

Baca Juga: Contoh Teks Ceramah Singkat Terbaru, Tema Ikhlas: Sikap yang Harus Ada dalam Diri Kita Semua

Selanjutnya ada Ponpes Tanbihul Ghofilin (Banjarnegara), Riyadhussholihin (Sukoharjo), Daarussalaam (Semarang), Ponpes Amanah Ummah (Sukoharjo), Al Utsmani (Pekalongan), An Nawawi (Purworejo), dan Al Kahfi (Jepara).

Bantuan PLTS dari Pemprov Jateng tersebut mengurangi beban pengeluaran listrik Ponpes hingga 50%.

Kepala Ponpes Amanah Ummah, Fauzan Al Anshori mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan bantuan PLTS tersebut biasanya pengeluaran untuk biaya listrik hampir 1,4 juta.

Baca Juga: Hati-hati! Phil Foden Siap Cetak Hattrick lagi saat Laga Manchester United vs Manchester City di Old Trafford

Kemudian, sejak pemasangan PLTS biaya bayar listrik di Ponpes Amanah Ummah turun sampai 50%, bahkan saat musim panas biasanya sampai 60-70% penghematannya.

Manfaat serupa juga turut dirasakan Ponpes Riyadhussolihin Nguter. Menurut Ahmad Rifai, Pengurus Harian Ponpes tersebut, ia mengungkapkan bahwa pengeluaran listrik semenjak pemasangan PLTS menjadi turun.

Dari yang biasanya Rp500 ribu per bulan kadang lebih menjadi Rp215 ribu hingga Rp230 ribu per bulan.

Baca Juga: Siaran Langsung dan Live Score BWF Malaysia Open 2023 Hari Ini 14 Januari: Semangat 3 Wakil Indo di Semifinal

Adapun listrik dari PLTS digunakan untuk mengaliri listrik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Ponpes Riyadhussolihin.

Sementara itu, Ketua Ponpes Tanbihul Ghofilin, Ahmad Muhid Dwi mengungkapkan bantuan PLTS jika dikalkulasikan dalam setahun dari APBD tersebut sudah memberikan donasi kepada Ponpes minimal Rp10 juta hingga Rp20 juta.

Bantuan tersebut membuat kegiatan pembelajaran jadi lebih maksimal. Ponpes juga tidak terkendala pemadaman listrik.

Baca Juga: Resep Siu Mie Lengkap dengan Cara Membuatnya, Makanan Khas Imlek 2023 yang Bisa Bikin Panjang Umur!

Ahmad Muhid Dwi menilai bantuan PLTS itu merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian dari Pemprov Jateng di dalam Pendidikan Ponpes Tanbihul Ghofilin.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyebutkan apa yang dilakukan oleh Pemprov Jateng merupakan salah satu cara untuk mensyukuri anugerah alam yang dititipkan Allah kepada kita.

Selanjutnya, dengan penerapan energi baru terbarukan itu bisa menjadi stimulan bagi para santri untuk semakin semangat mengaji serta mengkaji karena dari sanalah ilmu akan bermanfaat.

Baca Juga: Manuel Neuer Bikin Bayern Munchen Galau, Julian Nagelsmann Sebut Ada Kewajiban yang Harus Segera Dipenuhi

“InsyaAllah kita upayakan agar semakin banyak pondok pesantren yang menerapkan energi tersebut. Selain pondok pesantren, penerapan energi baru terbarukan juga telah terprogram di desa-desa,” tulis Ganjar Pranowo.

Saat ini, di Jawa Tengah sudah ada 2.353 desa mandiri energi dari total 8.500-an desa/ kelurahan yang ada.

PLTS yang ada di sana digunakan untuk pertanian, pengairan sampai untuk mencukupi kebutuhan energi di tingkat rumah tangga.***

Rekomendasi