

inNalar.com – PT Pertamina Trans Kontinental atau PTK awalnya bernama PT Pertamina Tongkang yang telah berdiri sejak 9 September 19,69 lalu di Jakarta.
PT Pertamina Trans Kontinental ini beroperasi di bidang industri jasa maritim dengan fungsi utama untuk mendukung berbagai aktivitas PT Pertamina Persero.
Melansir dari laman resmi PTK, perusahaan ini nantinya akan melakukan distribusi bahan bakar ke seluruh pelabuhan di tanah air apabila tidak dapat dijangkau oleh kapal tanker.
Selain itu, perusahaan tersebut juga akan melakukan pengadaan transportasi maritim bagi Pertamina Logistik untuk mengembangkan proyeknya di seluruh Indonesia.
PTK juga akan berperan sebagai General Agent dan Handling Agent dari kapal-kapal tanker milik PT Pertamina Persero yang telah disewakan.
Sampai sekarang pun perusahaan ini juga terus berupaya dalam mendukung Green Company.
Baca Juga: Jalur Cinomati Bantul Diusulkan Dihapus dari Google Maps dan Didukung Dishub DIY, Apa Masalahnya?
Salah satunya yakni dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di kapal derek Dwipangga.
Kapal derek atau floating crane (FC) Dwipangga ini juga tercatat sebagai percobaan pertama dengan kapasitasnya mencapai 6,4 kilowatt peak (kWn).
Baca Juga: Sepak Terjang Sunarso, Dirut BRI yang Dinobatkan Maestro CEO of the The Year karena Prestasinya
Penggunaan PLTS ini sendiri juga menghasilkan efisiensi BBM sampai 3,23 kilo liter.
Selain itu, efektif juga dalam menekan emisi gas buang senilai 7,3 ton CO2.
PTK mengambil langkah tersebut sebagai salah satu kegiatan operasional dalam perusahaannya.
FC Dwipangga sendiri merupakan kapal derek dengan ukuran lebar 14 meter serta panjang 30 meter.
Kapal ini juga memiliki kapasitas hingga 25 ton yang dioperasikan oleh 6 kru kapal PTK.
Jenis kapal tersebut juga dipakai untuk mendukung penuh bisnis Refinery Unit VI Balongan yang ada di Cirebon.
Mulai dari penyambungan pipa minyak terapung, perawatan perbaikan Single Buoy Mooring atau SBM, sampai dengan pelayanan dan perbaikan jetty.
Sampai sekarang ini PTK terus berupaya secara masif dalam menerapkan konsep ESG atau Environmental, Social, dan Governance.
Adapun salah satu programnya yakni dekarbonisasi sejalan bersama program PT Pertamina Persero.
Tujuannya agar mendorong pencapaian net zero emission di tahun 2060 mendatang.
Kehadirannya juga termasuk bagian dari Pertamina Group yang telah berubah nama sejak tahun 2011 lalu.
Dengan rekam jejaknya selama 53 tahun, PT Pertamina Trans Kontinental juga telah memantapkan diri sebagai perusahaan terkemuka di bidang pelayanan sektor jasa marine, energi, hingga logistik.***