

inNalar.com – Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal sebagai wilayah metropolitan se-RI.
Sebagai daerah metropolitan, tentu saja Jawa Timur melengkapi seluruh infrastuktur dan tata daerah di seluruh penjuru wilayahnya.
Tidak ketinggalan, bandara yang jadi alat transportasi tercepat juga pasti jadi salah satu infrastuktur yang dipenuhi di wilayah Jawa Timur ini.
Nah, kabarnya bandara di Jawa Timur ini dulunya merupakan salah satu landasan udara yang menjadi peninggalan penjajah Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, bandara di Jawa Timur ini kembali dibangun oleh Pemerintah Indonesia.
Dalam proyek pembangunan bandara kelas internasional di Jawa Timur ini, ternyata simpan fakta unik yang tidak banyak diketahui orang.
Dilansir dari laman stekom.ac.id, faktanya proyek bandara megah di Jawa Timur ini perlukan sebanyak 1.800.000 ton pasir guna pembangunannya.
Yang mana jika dihitung dari jumlahnya, pasir sebanyak 1.800.000 tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki jalan Jakrta-Surabaya.
Kemudian lagi, fakta menarik dari pembangunan bandara megah di Jawa Timur ini katanya proyeknya berlangsung siang-malam, intinya dikebut.
Dari sumber yang sama, pembangunan bandara megah di Jawa Timur ini ditempatkan di sebuah tegal padi atau lahan persawahan seluas 2.400 hektare.
Bandara yang dibangun di tegal padi Jawa Timur seluas 2.400 hektare tersebut, sekarang disebut sebagai Bandara Internasional Juanda.
Bandara ini berlokasi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Dikutip dari Laporan Tahunan PT Angkasa Pura I pada data statistik 2022, bandara ini telah melayani penumpang sebanyak 10.794.111.
Bandara megah kelas internasional di Jawa Timur ini telah memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter, dengan lebar 45 meter.
Beberapa maskapai penerbangan yang tersedia di bandara Juanda Jawa Timur diantaranya ada, Garuda Indonesia, Lion Air, dan Indonesia AirAsia.***