Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap, Berdasarkan Kitab Taqrib dan Penjelasan Buya Yahya

InNalar.com – Hujan merupakan rezeki dan karunia Allah SWT, namun ada kalanya hujan tidak kunjung turun ke suatu daerah.

Sholat istisqa adalah sholat untuk meminta hujan. Sholat istisqa ini sangat dianjurkan ketika kaum muslimin mengalami kekeringan di musim kemarau.

Hukum melaksanakan sholat istisqa adalah sunah.

Baca Juga: Salah Satu Kapal Rumah Sakit Milik Indonesia Jadi Andalan dalam Amankan KTT ASEAN Summit 2023

Adapun tata cara sholat istisqa, bersumber dari kitab taqrib karangan imam Abu Syuja, yang dijelaskan oleh Buya Yahya :

  1. Imam atau pemimpin umat hendaknya memerintahkan makmum untuk taubat

Sebab terjadinya kekeringan yang berkepanjangan, musibah-musibah, dan bencana alam bisa jadi disebabkan oleh maraknya kemaksiatan yang terjadi.

Baca Juga: Akses Jalannya Susah, Kampung Pelosok di Kalimantan Selatan Punya Segudang Kekayaan, Berada di Ketinggian…

Maka dari itu, sebelum melaksanakan sholat istisqa atau sholat meminta hujan ini umat muslimin hendaknya bertaubat.

Allah Swt. berfirman dalam surah asy-Syu’ara ayat 30:

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)

Baca Juga: Dayanya 30 Kwp, PLTS di Kalimantan Timur Aliri Listrik ke Desa Terpencil, Letaknya Bukan di Daratan, Tapi di..

“karena sholat istisqa ini adalah kebaikan, mari kita hilangkan keburukan,” ungkap Buya Yahya menjelaskan.

  1. Sedekah

sedekah juga bisa mendatangkan rahmat Allah, karena sedekah adalah pembersih harta, menekan keserakahan duniawi, juga berbagi kepada orang yang membutuhkan. Sedekah memiliki pahala yang luar biasa.

Baca Juga: Dekat Rumah Sakit, Kampung Kumuh di Malang Jawa Timur Ini Sukses Dipoles Bak Negeri Dongeng

Seperti yang Allah firman dalam surah al-Baqarah ayat 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dengan bersedekah ini, mudah-mudahan Allah Swt. membalasnya dengan diturunkan hujan yang penuh dengan keberkahan.

Baca Juga: Dulunya Lokasi Penambangan, Sungai di Sumatera Selatan Ini Diduga Mengandung Emas, Begini Nasibnya Sekarang

  1. Mengakhiri kedzaliman

Mengakhiri kedzaliman, baik kepada Allah dengan cara percaya kepada-Nya sepenuhnya, percaya bahwa Dialah Maha pemberi, bukan sesembahan atau benda-benda yang lain.

Juga mengakhiri kedzaliman kepada manusia, seperti mencela, memfitnah, mengambil hak orang lain secara keji, berlaku tidak adil dan sebagainya.

Baca Juga: Sepulau Tapi Dua Negara, Inilah Fakta Menarik Pulau Sebatik di Kalimantan Utara yang Jarang Diketahui

Perilaku dzalim sangat dibenci oleh Allah Swt. maka hendaknya kita sebelum meminta rahmat Allah Swt. mengakhiri perbuatan yang dibenci oleh-Nya ini.

  1. Berdamai dengan musuh

Yang dimaksud dengan musuh disini kata Buya Yahya, bukanlah musuh di medan laga. Melainkan musuh-musuh yang berselisih dengan kita sebaiknya berdamai.

  1. Puasa

Puasa selama 3 hari, dan sebagian ulama lagi ada yang mengatakan 4 hari.

Baca Juga: Porprov Jatim 2023: Mengulas Sejarah Menarik Tuan Rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur dari Setiap Tahun

Puasa ini hukumnya adalah sunah, namun jika sudah imam atau pemimpin yang memerintahkan maka hukumnya menjadi wajib.

“puasanya 3 hari, dan pas di hari ke-empatnya itu waktu sholatnya keluar dalam keadaan berpuasa berarti 4 hari.”

  1. Menggunakan baju sederhana

Kemudian pada hari keempat setelah tiga hari berpuasa, imam keluar bersama dengan kaum muslimin lainnya datang ke tanah lapang dengan baju keseharian.

Baca Juga: Dibangun Sejak Tahun 2008, Pelabuhan di Kalimantan Selatan Ini 11 Tahun Mangkrak, Rogoh Kocek Rp100 Miliar?

“baju tawadhu, bukan baju mewah bukan baju sombong tapi yang paling tidak bagus.” Ungkap Buya Yahya menjelaskan.

Kemudian beliau melanjutkan.

“pastikan batin tenang, bukan seperti orang yang berhari raya, ini beda. Kalau hari raya tampakkan kegembiraan, disini harus tampakkan kesedihan, dan penuh harap kepada Allah sepanjang berjalannya.”

Baca Juga: Negara Dibikin Boncos Rp6,3 Miliar, Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kalimantan Tengah Bermasalah

  1. Sholat istisqa seperti sholat ied

Sholat istisqa dilaksanakan sebanyak dua raka’at dan setelah sholat terdapat khutbah seperti yang dilakukan pada sholat ied.

Adapun untuk niat sholat istisqa adalah sebagai berikut

اُصَلِّ سُنَّتَ الأِسْتِسْقَاءِرَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مأَمُوْمًالِلّٰهِ تَعَالٰى

“Ushuli Sunnata-l Istisqoi rak’ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala.”

Baca Juga: Awalnya Penduduk Hidup Makmur, Kini Pemukiman di Sumatera Utara Jadi Kampung Mati Tak Berpenghuni

Saya niat sholat sunah istisqa sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.

Takbirnya 7 kali di raka’at yang pertama dan 5 kali di raka’at yang kedua

  1. Khutbah seperti sholat ied

Khutbah sholat istisqa seperti khutbahnya sholat ied. Akan tetapi terdapat perbedaannya didalamnya. Takbirnya sholat ied diganti dengan kalimat istighfar

“kalau takbirnya sholat ied kan, Allahu akbar Allahu akbar. Nah kalau sholat istisqa takbirnya diganti istighfar, astaghfirallahal adzim aldzi laa illahal illa huwal hayyal qayyuma wa atubu ilaih.”

Ungkap Buya Yahya menjelaskan.

Kemudian pada khutbah yang kedua, khotib sudah berjalan sepertiga dari khutbahnya. Disunahkan bagi khotib untuk menghadap kiblat dan mengubah posisi Rida’ nya atau selendanganya.

Faidahnya mengubah rida’ atau selendang adalah supaya kita optimis, bahwa Allah akan mengubah keadaan menjadi lebih baik.

  1. Membaca doa istisqa

Nabi Muhammad Saw. mengajari kita doa istisqa

اللهم اجْعَلْهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ وَلَا تَجْعَلْهَا سُقْيَا عَذَابٍ وَلَا مُحِقٍّ وَلَا بَلاَءٍ وَلَا هَدْمٍ وَلَا غَرْقٍ اللهم عَلَى الظِرَابَ وَالآكَامَ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُونِ الأوْدِيَةِ اللهم حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللهم اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيثاً هَنِيئاً مَرِيئاً مَرِيعاً سَحًّا عَاماً غَدَقاً طَبَقاً مُجَلِّلاً دَائِماً إِلَى يَوْمِ الدِّينِ اللهم اسْقِنَا الغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ القَانِطِينَ اللهم إِنَّ بِالعِبَادِ وَالبِلَادِ مِنَ الجُهْدِ وَالجُوعِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إلاَّ إلَيْكَ اللهم أنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدْرِ لَنَا الضَّرْعَ وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنَ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غُيْرُكَ اللهم إنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنتَ غَفَّاراً فَأَرْسِل السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً

Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai siraman yang membawa rahmat dan jangan menjadikannya sebagai siraman yang membawa adzab, kecelakaan, bencana, kehancuran, dan ketenggelaman.


Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) meresap di bukit dan onggokan tanah serta menyirami akar-akar tumbuhan dan lembah-lembah.

Ya Allah, jauhkanlah dari kami dan janganlah menjadi bencanabagikami.
Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) meresap di bukit dan onggokan tanah serta menyirami akar-akar tumbuhan dan lembah-lembah. Ya Allah, jauhkanlah dari kami dan janganlah menjadi bencana bagi kami.

Ya Allah, turunkan kepada kami hujan deras, yang menyenangkan, mengalir luas lagi lebat dan merata sampai hari kiamat.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa.


Ya Allah, sesungguhnya para hamba(Mu) dan negeri-negeri mengalami kelelahan, kelaparan, dan kesempitan yang tidak bisa kami adukan kecuali kepada-Mu.


Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman-tanaman dan perbanyaklah untuk kami susu (hewan peliharaan kami).

Turunkanlah kepada kami berkah langit dan tumbuhkanlah untuk kami berkah bumi. Hilangkanlah musibah dari kami.

Tidak ada yang mampu menyibakkannya selain Engkau. Ya Allah, kami memohon ampunan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Turunkanlah kepada kami banyak hujan dari langit.

Dengan melaksanakan sholat istisqo, kita berdoa dengan tulus kepada Allah SWT untuk mengirimkan hujan kepada kita. Semoga cobaan musim kemarau dapat segera teratasi dan alam semesta ini dipenuhi dengan rahmat-Nya. ***

 

Rekomendasi