Tata Cara Sholat Idul Adha 2022 atau 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah, Bagaimanakah Bacaannya?

inNalar.com – Artikel ini memuat tata cara sholat Idul Adha 2022 yang jatuh pada tanggal 9 Juni 2022 atau 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah. Bagaimanakah bacaannya? Simak hingga tuntas.

Idul Adha merupakan salah satu hari raya ummat Islam yang jatuh saban tanggal 10 Dzulhijah tahun Hijriyah.

Pada hari besar ini, segenap umat Islam senantiasa mengagungkan nama kebesaran Allah, umumnya masjid-masjid mengumandangkan takbir Idul Adha selama empat hari berturut-turut.

Baca Juga: Video Viral! Seekor Ikan Berukuran Besar Telah Memakan Anak Buaya, Warganet: Dikira Cicak Kali Ya

Kendatipun peristiwa ini terjadi secara rutin tiap tahun, namun Idul Adha selalu memberikan makna bagi setiap ummat Islam.

Bahkan dalam batas-batas tertentu memiliki makna juga bagi umat beragama lain, karena Idul Adha memiliki misi kemanusiaan yang bersifat universal. Berikut tata cara sholat Idul Adha:

Pertama: Memulai dengan niat takbiratul ikhram, sebagaimana shalat-shalat biasanya.

Niat sholat  Idul Adha, yang berbunyi:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

 Artinya: “Aku berniat sholat  sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat 2022 Sejuk, Sadarkan Jama’ah dan Penuh Hikmah: Tema Lupa saat Sehat, Ingat saat Sakit

Kedua: Bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir – selain takbiratul ihrom – sebelum memulai membaca Al Fatihah.

Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”

Ketiga: Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu.

Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

Namun ada juga ulama yang meriwayatkan dalam takbir membaca bacaan :

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

(Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).”

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat 2022 Menarik untuk Pekan Kedua Bulan Dzulqo’dah: Tema Ciri Dicintai Allah SWT

Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian kepada pada Allah Ta’ala.

Keempat: Membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya.

Surat yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua.

Ada riwayat bahwa Umar bin Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat Idul Adha dan Idul Fitri.

Baca Juga: Idul Adha 2022: Ini Materi Khutbah Jumat Singkat dengan Tema Keutamaan dan Amalan 10 Hari Dhulhijjah 1443 H

Ia pun menjawab, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua.

Dan jika hari Ied bertepatan pada hari Jum’at, maka dianjurkan  membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at.

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat 2 Al Ghosiyah).”

Baca Juga: Atalia Praratya Ungkap Kondisi Jenazah Eril: Utuh, Lengkap, Bersih, Tampan, Tersenyum dan Wangi

An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.

Kelima: Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).

Keenam: Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

Ketujuh: Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

Baca Juga: Link Live Streaming Persis Solo vs PSS Sleman di Grup A Piala Presiden 2022 Besok Sabtu, Pukul 16.00 WIB

Kedelapan: Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Kesembilan: Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

Itu tadi sembilan tata cara mengenai pelaksanaan sholat Idul Adha.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]