Targetkan Nilai Kontrak Mencapai Rp7,48 Triliun pada 2024, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Catatkan Penurunan Drastis Laba Bersih

inNalar.com – Pada tahun 2024, PT Wijaya Karya Beton menargetkan untuk mendapatkan kontrak sebesar Rp7,48 triliun.

Angka tersebut meningkat 13 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun 2023 sebesar Rp6,6 triliun.

Peningkatan target tersebut berdasarkan sejumlah proyek swasta dan pemerintah yang masih dilaksanakan sepanjang tahun 2024.

Baca Juga: Besaran Aset Anjlok, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Mencatatkan Nilai Kontrak Baru Senilai Rp6,6 Triliun

Sejumlah proyek yang ditargetkan untuk mencapai kenaikan nilai kontrak sebesar 13 persen tersebut diantaranya IKN, bendungan, pelabuhanm dan sebagainya.

Guna mencapai tujuan tersebut, tahun ini PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalokasikan belanja modal hingga Rp230,17 miliar.

Selain itu, pada tahun 2024 WTON juga memiliki kontrak carry over sebesar Rp4 triliun yang bisa mengisi perolehan penjualan.

Baca Juga: Dibangun Malaysia, Pabrik Kelapa Sawit di Kalimantan Barat Malah Terlilit Hutang Rp32 Miliar Hingga Bangkrut

Proyek pada tahun politik ini juga masih berlangsung dengan baik karena telah dianggarkan pada tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, terdapat tantangan setelah tahun pemilu berlangsung yakni proyek-proyek dilaksanakan oleh pemerintahan yang baru.

Maka dari itu, WTON berupaya mencari tambahan perolehan proyek non APBN yakni sektor swasta, BUMN, dan pasar luar negeri.

Baca Juga: Molor! Proyek Jembatan di Kediri Ini Sempat Mangkrak Karena Dikorupsi Rp7 Miliar, Namanya…

Targetkan nilai kontrak mencapai Rp7,48 triliun tahun 2024, pada periode terbaru WTON mencatatkan penurunan drastis nilai laba bersihnya.

Diketahui bahwa penjualan dan pendapatan perusahaan ini sebesar Rp2,9 triliun.

Sementara itu, beban pokok penjualan dan pendapatannya sebesar Rp2,7 triliun.

Baca Juga: Mundur Teratur! Manchester City Dianggap ‘Cekik’ Barcelona Soal Kesepakatan Kalvin Phillips di Bursa Transfer Januari

Jika penjualan dikurangkan dengan beban pokok penjualan maka diketahui jumlah laba brutonya.

Dari pengurangan tersebut, jumlah laba bruto perusahaan ini sebesar Rp249 miliar.

Kemudian, laba bruto dikurangkan kembali dengan berbagai beban dan laba bruto, maka diketahui jumlah laba bersih korporasi ini sebesar Rp27,7 miliar.

Baca Juga: Jabat Jadi Co-captain Timses AMIN, Siapa Sebenarnya Sosok Thomas Lembong yang Disebut-sebut Gibran di Debat Cawapres Pemilu 2024?

Angka tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan laba bersih tahun lalu yang bisa mencapai Rp90,4 miliar.***

Rekomendasi