Targetkan 90 Tower Perumahan, Pembangunan IKN Gandeng Investor Asal China dan Malaysia, Mulai Groundbreaking 2024

inNalar.com – Groundbreaking pembangunan IKN untuk investasi asing akan dilakukan pada 2024 mendatang.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Bahil Lahadala selaku Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Melansir dari Antara, Bahlil menjelaskan bahwa kedatangan para investor asing akan berlangsung setelah diselenggarakan upacara Kemerdekaan RI.

Baca Juga: Babat Dana Rp278,4 Miliar, Jembatan Kabel Lengkung di Kalimantan Selatan Ini Diramal Mampu Bertahan 100 Tahun, Benarkah?

Tepatnya terjadi pada 17 Agustus 2024 setelah pembangunan tahap pertama selesai.

Ia sendiri menuturkan bahwa sebenarnya pembangunan ibu kota baru ini memprioritaskan investasi bagi pengusaha dari dalam negeri.

Pihaknya juga membantah investor asing enggan memberi suntikan dana pada pemindahan ibu kota tersebut.

Baca Juga: Raih Cuan Rp3 Triliun, Perusahaan Kimia di Jakarta Barat Ini Dapat Dana Investasi Jumbo dari Thailand, Akuisisi Saham 30 Persen

Hal ini juga dilakukan sesuai dengan perintah Presiden Jokowi bahwa harus memprioritaskan pengusaha tanah air.

Agar nantinya area premium tersebut benar-benar dikuasai oleh anak-anak asal negeri sendiri.

Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan IKN memerlukan biaya investasi hingga 32 miliar dolar AS.

Baca Juga: Naik 9,6 Persen! Provinsi NTT Dapat Guyuran Cuan dari APBN Sebanyak Rp37,98 Triliun di Tahun 2024

Baik itu untuk membangun properti, infrastruktur, hingga energi terbarukan.

Menurutnya, hal ini merupakan kesempatan besar bagi para investor untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Sementara itu Otorita Ibu Kota Negara atau OIKN Nusantarat menyebutkan bahwa terdapat 9 perusahaan baru yang masuk ke IKN di tahun depan.

Baca Juga: Memasuki Usia 128 Tahun, BRI Catatkan Sederet Penghargaan dan Prestasi Penting

Seluruh perusahaan tersebut nantinya akan melakukan pembangunan perumahan.

Ke-9 perusahaan tersebut menjalankan proyek di IKN dengan skema KPBU atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Adapun investor asing yang berasal dari perusahaan luar negeri terdiri dari Maxim dan IJM dari Malaysia serta Citic Construction asal China. Di bawah ini rinciannya:

Baca Juga: Hanguskan Rp1,4 Triliun, SPAM Semarang Barat Mampu Atasi Krisis Air Bersih Bagi 350.000 Penduduk, Kapan Rampung?

  • Maxim Malaysia membangun 10 tower hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)
  • IJM Malaysia membangun 20 tower hunian bagi ASN
  • Citic Construction China membangun 60 tower perumahan

Sedangkan untuk investor lainnya berasal dari tanah air. Berikut rincian investor sekaligus rincian pembangunannya:

Baca Juga: Manuver Merdeka Usai Disuntik Rp9,2 Triliun, Guritakan Smelter Nikel di Konawe Sulawesi Tenggara Guna Bangun Industri Bahan Baku Baterai

  • Summarecon membangun 6 tower hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)
  • PT Nindya Karya membangun 8 tower untuk pekerja sipil
  • Trintland membangun 8 tower hunian Aparatur Sipil Negara (ASN)
  • PT Rockfield Properti Indonesia membangun 30 unit rumah tapak dan 3 tower perumahan
  • PT Ciputra membangun 20 townhouse dan 10 tower perumahan

Berbagai pembangunan di IKN dari investor dalam negeri maupun luar negeri di atas rencananya akan mulai dilaksanakan pada 2024 mendatang.***

 

Rekomendasi