

inNalar.com – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dibidik Pertamina mampu beroperasi penuh pada tahun 2025.
Lantas, apakah megaproyek kilang di Balikpapan, Kalimantan Timur ini berjalan sesuai target yang direncanakan?
Megaproyek strategis nasional ini terus dikawal Pemerintah RI. Wajar, mengingat RDMP adalah proyek upgrade kilang Balikpapan terbesar sepanjang dalam sejarah Pertamina.
Realisasi proyeknya menyedot anggaran hingga USD 7,4 miliar. Secara lebih rinci, sumber pendanaan berasal dari dua dompet.
“USD4,3 miliar berasal dari ekuitas, sedangkan USD3,1 miliar diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA),” sebagaimana dikutip dari Kementerian ESDM
Sebagai gambaran penerang, jika dirupiahkan dengan versi kurs terkini Rp15.217, maka nilai proyeknya menembus Rp112,6 triliun.
Baca Juga: Pertamina Pasok 40% LPG RI, Pionir Terminal Ramah Lingkungan Berkelas Dunia Ada di Cilegon, Banten
Dari segi pengelolaan dana, PT Kilang Pertamina Balikpapan sejauh ini mampu menjaga kepercayaan dunia.
Terbukti perusahaan tersebut dianugeragi ‘The Asset Triple a Sustainable Infrastructure Awards 2024.
Anak perusahaan Kilang Pertamina Internasional ini dinilai berhasil mengelola dana proyek RDMP yang nilai investasinya cukup besar.
Seiring dana besar, megaproyek RDMP Balikpapan akan menjadi infrastruktur kilang cukup kompleks yang pernah dimiliki perusahaan energi raksasa RI ini.
“Proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe merupakan megaproyek terbesar yang dilakukan Pertamina saat ini,” ujar Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen pada Agustus 2024, dikutip dari laman resminya.
Disebut sebagai megaproyek terbesar sepanjang sejarah perusahaan bukan hanya soal anggaran pendanaan yang super jumbo.
Namun kapasitas pula yang digadang akan meningkatkan produktivitas yang tadinya 260 ribu barrel per hari meningkat jadi 360 ribu barrel per hari.
Bukan hanya soal kuantitas produksi, tetapi juga kualitas produk diperbarui dari yang mulanya setara Euro II, sebentar lagi akan menjadi setara Euro V.
Dengan segenap kecanggihan proyeknya, lalu bagaimana progres terkini Megaproyek RDMP Balikpapan Pertamina, mampu kah capai target operasional di tahun 2025?
Proyek tersebut telah mengalami kemajuan yang amat signifikan, sehingga secara positif progres konstruksi diharap mampu beres September 2025.
“Progress-nya sekarang 91% lebih,” beber Arifin Tasrif pada 12 Agustus 2024, tepatnya saat ia masih menjabat sebagai Menteri ESDM.
Progres konstruksi dinilai cukup gemilang sebab mengilas balik dari tahun 2022, dua tahun setelahnya pengerjaan tersisa penyempurnaan akhir saja.
Baca Juga: IKN Diguyur Rp500 Miliar, China Mantap Bangun Hunian One Stop Living Termewah di Kalimantan Timur
“Masih ada 8,4 persen lagi sampai operational acceptance September 2025,” ungkap Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman.
Taufik mengungkap bahwa progres megaproyek ini masih on track, sehingga diharapkan akhir 2024 penyelesaian dapat maju hingga 96%.
Meski tampak progres sebegitu mulusnya, tetapi penting untuk diketahui bahwa proyek raksasa Pertamina sempat terhalang ketidakstabilan masa pandemi COVID-19.
Permasalahan geopolitik Rusia – Ukraina pun turut mewarnai dinamika kemajuan proyek tersebut.
Namun sejauh ini dengan gerak strategisnya, Pertamina optimis dapat merampungkan proyek tepat sesuai targetnya.***