

inNalar.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sedang menggagas proyek bendungan yang berlokasi di kawasan Marangkayu.
Meski sejatinya Bendungan Marangkayu ini sudah lama digaungkan sejak tahun 2007, proyek ini agaknya bakal digenjot habis-habisan oleh Pemkab Kukar.
Pasalnya infrastruktur pengelola air ini diproyeksikan masuk ke dalam rencana jangka panjang kabupaten ini untuk menjadikan 5 kecamatannya di daerahnya sebagai kawasan penguat lumbung pangan Kalimantan Timur.
Terlebih kebutuhan untuk mempertahankan kekuatan pangan daerah semakin meningkat seiring akan beralihnya ibu kota menuju IKN.
Perlu diketahui, kelima kecamatan yang dimaksud selain Marangkayu meliputi Muara Kaman, Sebulu, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan Tenggarong.
Rencananya, waduk ini bakal dibangun di Desa Sebuntal dengan harapan dari lokasi proyek itu dapat menjadi titik strategis guna mengairi irigasi lahan untuk Kutai Kartanegara sendiri maupun Bontang.
Saat tinjauan ke lokasi proyek pada Kamis, 7 Desember 2023, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengungkapkan harapannya agar Bendungan Marangkayu ini bisa mulai digenangi setidaknya April 2024.
Sebagai informasi, infrastruktur ini nantinya bakal memiliki daya tampung hingga 12,37 juta meter kubik.
Dengan kapasitas tersebut, diharapkan jaringan irigasi sawah menuju kawasan lahan pertanian terintegrasi dapat terpenuhi.
Adapun daerah yang bakal dilewati jaringan irigasi dari waduk ini luas cakupannya mencapai 4.500 hektare.
Luas genangan bendungnya pun melega hingga 232,51 hektare dan kapasitas penyediaan air bakunya sebanyak 450 liter per detik.
Adanya kapasitas tampungan air yang cukup besar, tentu infrastruktur ini bakal bisa mengamankan pengairan lahan pertanian warga meski sudah memasuki musim kemarau.
Sementara jika sudah memasuki musim hujan, kapasitasnya sebagai pengendali banjir pun justru dapat memanfaatkan keberlimpahan air saat curah hujan tinggi.
Tidak hanya kebutuhan lumbung pangan daerah, Bendungan Marangkayu dapat menjadi destinasi wisata bagi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Bahkan nantinya, waduk ini bisa dikembangkan sebagai objek wisata,” ujar Penjabat Gubernur Akmal Malik, dikutip inNalar.com dari situs Pemerintah Provinsi Kaltim.
Oleh karena proyek ini dipacu untuk bisa impounding bulan April mendatang, Pj Gubernur Akmal Malik mengharapkan segala pihak ikut mendukung jalannya proyek ini.
Mengingat manfaat besar yang akan dihasilkan jika kawasan pertanian terintegrasi Kukar mampu berfungsi.
Dengan harapan panjangnya, kesejahteraan masyarakat terangkat secara ekonomi dengan terealisasinya bendungan multifungsi ini.
Melansir dari KPPIP, total nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur ini sebesar Rp272 miliar. ***