

inNalar.com – Pembangunan jembatan duplikasi di Kalimantan Timur kabarnya ditargetkan rampung tahun 2024 ini.
Pembangunan jembatan duplikasi ini dikebut pengerjaannya oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Ditjen Bina Marga.
Tujuan dari pembangunan jembatan ini adalah untuk meningkatkan koektivitas menuju ke kawasan IKN Nusantara.
Selain itu, jembatan yang ditargetkan rampung tahun 2024 tersebut juga dibangun untuk ditujukan agar dapat menjadi penghubung Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pembangunan jembatan duplikasi tersebut sebenarnya memang sangat penting.
Sebab, selain tingkatkan konektivitas, jembatan ini juga berguna sebagai pelengkap jembatan Pulau Balang yang sudah selesai pembangunannya lebih dulu.
Sebelumnya, proyek jembatan Pulau Blang yang telah selesai tersebut, anggaran pembangunannya mencapai angka Rp1,39 triliun.
Kemudian, konstruksi jembatan tersebut akhirnya dirampungkan pada tahun 2021 lalu.
Sedangkan, jembatan duplikasi Pulau Balang yang baru saja dibangun dan hendak selesai tahun 2024 tersebut letaknya berada di sekitar 500 meter dari letak jembatan awal.
Seperti informasi yang dilansir dari laman resmi PUPR, biaya konstruksi jembatan yang mulai dibangun sejak Januari 2023 tersebut senilai Rp471 miliar.
Pembangunannya sendiri diketahui dikontraktori oleh PT Adhi-Duta-Jakon (KSO), sebagai pelaksana.
Nantinya, jika jembatan duplikasi selesai dibangun, keduanya akan menjadi jembatan kembar di Kalimantan Timur.
Diketahui, jembatan duplikasi bentang pendek Pulau Balang dibangun dengan panjang sekitar 511 meter.
Berdiri dengan bangunan yang bertipe rangka baja yang terdiri dari sekitar 4 pilar di zona laut, dan 4 pilar lagi di zona darat.
Adanya pembangunan jembatan duplikasi tersebut juga akan menjadi alternatif konektivitas jalan di Kalimantan Timur menuju ke Kalimantan Selatan.***