
inNalar.com – Tanggul Sungai Tunggu jebol dan menyebabkan Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah Terendam.
Jebolnya tanggul sungai tunggu sepanjang 20 meter, akhirnya menyebabkan banjir setinggi 1,5 meter sekityar dada orang dewasa.
Air mulai menggenang mulai terjadi pada Rabu sore, 11 Desember 2024, sekitar pukul 6 sore waktu setempat, setelah tanggul sungai tunggu jebol.
Lokasi yang terdampak berada di RT 8 RW 9 Perumahan Dahlia, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Warga yang terkena dampak sebanyak 45 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa. Beberapa warga harus mengungsi akibat air sudah setinggi dada orang dewasa.
Beberapa warga sudah melakukan evakuasi dan meninggalkan rumah pada awal terjadinya banjir kerumah kerabat masing-masing.
Baca Juga: Dikeluarkan Tahun 1951, Ternyata Uang Koin Ini Jadi yang Pertama Diterbitkan di Indonesia
Banjir terjadi akibat tanggul di sungai dekat Meteseh sepanjang 20 meter yang jebol akibat tekanan aliran air yang sangat deras.
Intensitas hujan yang sangat tinggi yang mengguyur kota Semarang juga memperburuk kondisi.
Namun dengan buruknya drainase juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan genangan air di wilayah lain, seperti di Ngablak Indah dan Genuk.
Baca Juga: Mata Uang Indonesia Dulu Dirham? Ternyata 7 Uang Kuno Selain Rupiah Ini Pernah Digunakan RI Lho
BPBD Kota Semarang segera mengevakuasi warga yang terkena dampak untuk ketempat yang lebih aman.
Lokasi yang menjadi tempat pengungsian adalah tempat ibadah seperti masjid, dapur umum pun telah didirikan untuk menyediakan makanan.
Dua pompa air telah diterjunkan untuk menyedot air dari pemukiman. Tanggul yang jebol juga telah ditumpuk karung pasir untuk tindakan darurat.
Baca Juga: Bukan Kota Bandung, Setelah Kenaikan UMR 6,5 Persen di 2025, UMK Terbesar di Jawa Barat Adalah…
Walaupun air sudah berangsur surut, tetapi pada sekitar jam 10 malam listrik pun mati, sehingga menambah kesulitan warga untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur.
BPBD bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang untuk memperbaiki penahan banjir di Sungai Tunggu yang tengkarap secara permanen.
Untuk mempercepat penanganan, pompa air tambahan juga sudah dikerahkan.
Baca Juga: Gaji Tertinggi Rp75 Juta, Begini Kehidupan Elit Pekerja Perusahaan Tambang Emas di Sumbawa, NTB
Fenomena bibit siklon 91S dan 93S yang muncul di Samudera Hindia juga menjadi penyebab hujan deras terjadi di Jawa Tengah.
Hal ini juga memicu squall line yang membawa hujan deras ke pesisir utara Jawa Tengah.
Menurut warga yyang terkena dampak kali ini lebih parah dibanding tahun lalu, karena jebolnya tanggul.
Di Meteseh banjir sudah terjadi kesekian kalinya. Seperti yang terjadi tahun 2023 di Perumahan Dinar Indah. Saat itu terjadi karena jebolnya tanggul sungai babon di area Pengkol.
Banjir kembali terjadi pada tanggal 18 Februari 2023, merendam Meteseh dan Rowosari akibat tingginya debit sungai Mluweh dan Ungaran.
Tanggul yang sudah diperbaiki sebelumnya di perumahan Dinar kembali jebol sepanjang 7 meter.
Diharapkan perbaikan bersifat permanen agar tidak terjadi banjir lagi dan merugikan warga.***