Tanggapi Konflik Rusia Ukraina, Perdana Menteri Pakistan Ungkapkan Bahwa Negaranya Bukanlah Budak Barat


inNalar.com
 – Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengecam utusan Barat yang berada di Islamabad karena menekan Pakistan untuk mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina. Tekanan tersebut didasarkan karena dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB di mana India, Pakistan, dan UEA abstain.

Melansir Reuters, ketika berbicara pada rapat umum Pemerintah Pakistan, Minggu 6 Maret 2022, Imran Khan mengatakan bahwa Pakistan bukanlah budak Barat.

Imran membuat pernyataan tersebut dalam rangka menjawab surat bersama yang dikeluarkan oleh 22 kepala misi diplomatik. Dalam surat tersebut Pakistan didesak untuk mendukung resolusi di Majelis Umum PBB yang mengutuk Rusia.

Baca Juga: Siap Bantu Ukraina Lawan Rusia, AS Berikan Lampu Hijau kepada Anggota NATO agar Segera Kirim Jet Tempur

Surat tersebut ditandatangani oleh duta besar Austria, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Italia, Portugal, Polandia, Rumania, Spanyol, Swedia, Belanda, Jepang, Norwegia dan Swiss serta Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Pakistan.

Isi surat tersebut mengatakan bahwa resolusi itu bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan dan integritas wilayah Ukraina, dalam perbatasan yang diakui secara internasional.

“Saya ingin bertanya kepada duta besar Uni Eropa, Apakah Anda menulis surat seperti itu ke India?” kata Imran Khan. Perdana Menteri sekaligus Ketua Umum Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf tersebut, mengecam tekanan Barat atas Ukraina.

Baca Juga: Dokter Zaidul Akbar Ungkapkan Khasiat Kopi yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Bisa untuk Sarana Diet

Khan juga mengatakan, bahwa negara-negara Eropa tidak mengecam India atas tindakannya di Kashmir, suatu daerah pegunungan di mana Pakistan dan India telah berperang dua kali untuk memperebutkan wilayah tersebut.

Imran menambahkan bahwa Pakistan menderita karena telah mendukung aliansi NATO dan Barat di Afghanistan. “Apa pendapatmu tentang kami? Apakah kami budakmu? bahwa apa pun yang kamu katakan, kami akan lakukan?” kata Imran.

Imran Khan menambahkan bahwa Pakistan menderita karena telah mendukung aliansi NATO Barat di Afghanistan.

Baca Juga: Pembodohan Publik, Brand Asal Indonesia ini Ngaku Tampil di Paris Fashion Week

“Kami memiliki persahabatan dengan Amerika Serikat, Rusia, China, dan Eropa. Kami tidak berada di kubu mana pun. Karena kami netral, kami akan mencoba berkolaborasi dengan negara-negara ini. Kami juga berusaha mengakhiri perang di Ukraina,” tambah Imran.

Pada Jumat 4 Maret 2022, seorang juru bicara kantor luar negeri Pakistan mengatakan “Itu bukan praktik diplomatik biasa bagi utusan untuk mengajukan banding seperti surat mereka kepada publik, dan kami telah menjelaskannya”.

Sebelumnya, kunjungan Imran Khan ke Moskow, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer khusus di Ukraina juga menuai kritik. Ini diikuti oleh abstain-nya Pakistan pada resolusi Majelis Umum PBB (UNGA).***

Rekomendasi