

inNalar.com – Komnas Perempuan Indonesia turut menanggapi kasus perselingkuhan antara Syahnaz dengan Rendy Kjaernett belakangan ini.
Di setiap kasus perselingkuhan, Komnas Perempuan menegaskan perempuan selalu jadi korban.
Lady Nayoan yang menjadi korban pun akhirnya membongkar perselingkuhan suaminya bersama Syahnaz ke publik.
Dikutip dari Youtube Intens Investigasi, anggota Komnas Perempuan, Bahrul Fuad, mengatakan prihatin dengan kasus yang menimpa Lady Nayoan.
“Kami prihatin dengan situasi bagaimana banyak sekali perempuan jadi korban perselingkuhan,” ujar Bahrul.
Bahrul menyebut penyebab perselingkuhan yang terjadi di kalangan artis, disebabkan oleh budaya patriarki di Indonesia.
“Masyarakat kita ini kan apalagi masyarakat patriari. Kita melihat perempuan itumasih memiliki ketergantungan kepada laki-laki. Sebab di tengah masyarakat, perempuan ditempatkan pada subordinasi dari laki-laki,” paparnya.
Ia menambahkan, efek negatif dari budaya patriarki membuat laki-laki lebih mudah untuk selingkuh.
“Kasus perselingkuhan yang marak di masyarakat itu seringnya dilakukan laki-laki, dengan memanfaatkan ketergantungan perempuan,” tambahnya.
Kategori ketergantuan yang disampaikan Bahrul yakni terkait ketergantungan fisik, psikis, dan ekonomi.
Adapun laki-laki memiliki sifat yang sama untuk selalu memuji atau merayu lawan jenis.
“Biasanya modus yang dipakai dalam bentuk rayuan dan janji manis. Itu sering dimanfaatkan laki-laki untuk melakukan perselingkuhan,” kata Bahrul.
Perselingkuhan yang dilakukan Rendy terhadap istrinya Lady Nayoan sudah masuk ke ranah KDRT.
“Ini sudah masuk ke dalam kategori kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan tidak hanya fisik, tapi juga psikis,” tuturnya.
Bahrul memastikan kasus perselingkuhan tersebut bisa menyebabkan trauma yang mendalam.
“Trauma psikis sakit hatinya dan perasaannya,” pungkasnya.***(Faisal)