Tangerang Punya Hanggar Terbesar di Dunia, Maskapai Ini Habiskan Rp500 Miliar untuk Satu Garasi Pesawat

inNalar.com – Sejauh ini, hanggar pesawat terbesar di dunia didominasi oleh infrastruktur raksasa Amerika Serikat.

Namun siapa sangka di antara selipan deretannya, hanggar pesawat kepunyaan maskapai Indonesia yang berlokasi di Tangerang ini diakui masuk dalam daftarnya.

Maskapai Garuda Indonesia melalui anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia inilah sang empunya garasi pesawat super jumbo di Tangerang, Banten.

Baca Juga: Kisah Sukses AgenBRILink di Situbondo, Dari Coba-Coba hingga Jadi Solusi Perbankan Terdekat

Operasional garasi pesawat ini berpusat di satu areal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Bangunan megah penampung pesawat berbadan besar ini berhasil direalisasikan berkat kolaborasi sinergis antara tiga instansi pelat merah.

Salah satunya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk selaku operator hanggar pesawat; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dalam hal ini menjadi pihak pembangunnya; BNI sebagai pihak penyokong biaya proyek tersebut.

Baca Juga: Bidik 7.500 Penumpang per Hari, Kinerja Bandara Internasional Paling Sepi di Jawa Barat Digeber: Masih Jauh dari Target!

Berkat kolaborasi cantik tersebut, teranyar, anak usaha maskapai negeri ini berhasil mendirikan sebuah garasi pesawat keempatnya.

Bermodal Rp500 miliar, aset milik salah satu perusahaan BUMN ini berhasil masuk daftar garasi pesawat terbesar di dunia bersaing dengan Aerium Hangar Jerman hingga Lockheed Air Terminal Amerika Serikat.

Keberadaan infrastruktur pendukung armada udara ini tentu bukan sekadar euforia semata. “Hangar 4 dirancang untuk perawatan pesawat berbadan kecil (narrow body) karena pertumbuhan pesawat tipe ini paling pesat,” demikian dikutip inNalar.com dari laman Kementerian Perhubungan RI.

Baca Juga: Inggris Merugi 2 Miliar Pounds, Ini Bencana Kilang Minyak Terbesar dan Termahal di Dunia

Pembangunan hanggar pesawat di Tangerang ini mengisi salah satu lahan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang luasnya melega hingga 1.000.000 meter persegi.

Areal yang sudah dialokasikan khusus untuk segala keperluan perawatan pesawat ini tidak hanya menampung hanggar yang keempat ini.

Terdapat pula tiga hanggar lainnya yang sudah terbangun secara mantap. Hanggar 1 luasnya 22.000 meter persegi yang dikhususkan untuk pesawat berbadan lebar.

Baca Juga: Sedot Dana Fantastis, Proyek Radial Road Surabaya Diramalkan Kurangi Pemborosan Rp5 Miliar per Tahun

Ada pula hanggar 2 seluas 23.000 meter persegi, dibangun untuk memberikan slot 2 jalur pesawat berbadan lebar serta 6 pesawat berbadan ramping.

Adapun untuk hanggar 3 luasnya mencapai 23.000 meter persegi. Kemegahannya muat tampung pesawat jenis Airbus A339 sengaja agar dapat digunakan pesawat berbadan berat.

Sementara untuk proyek hanggar pesawat terbesar di dunia milik Garuda Indonesia di Tangerang selanjutnya adalah Hanggar 4 yang luasnya mencapai 66.940 meter persegi, menghimpun informasi dari data GMF AeroAsia.

Baca Juga: Diwacanakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Ini Pengertian Kurikulum Deep Learning dan Perbedaannya dengan Kurikulum Merdeka

Dengan luasnya garasi yang dibangun, sebanyak 16 pesawat berbadan ramping bisa muat di dalamnya.

Sengaja proyek teranyar ini dikhususkan untuk pesawat komersial kecil sebab kebutuhan terbanyak lalu lalang angkutan udara masyarakat Indonesia lebih banyak gunakan armada jenis ini.

Pembangunan garasi pesawat ini sejalan dengan optimisme Pemerintah RI mengenai prediksi perkembangan arus lalu lintas udara tersibuk di dunia akan bergeser 40 persen ke negara Asia Pasifik.

Baca Juga: Semakin Diakui Dunia, Taman Kota di Jakarta Selatan Seluas 7,3 Hektare Ternyata Dulu Area Tercemar

“Peluang pasar yang terus berkembang ini tidak dapat diserap secara maksimal oleh GMF jika tidak membangun hangar baru,” tutur Richard Budihadianto yang pada tahun 2013 lalu menjabat sebagai Direktur Utama PT GMF AeroAsia.

Ucapan Richard tersebut menyusul dimulainya pembangunan garasi pesawat pada tahun 2013 silam. Hanya dalam kurun waktu dua tahun saja, proyek ini terealisasi.

Sebagai informasi, desain salah satu hanggar pesawat terbesar di dunia yang ada di Tangerang ini berkonsep butterfly.

Kemegahan bangunan diikuti pula dengan iringan capaian penjualan GMF AeroAsia yang kala itu mencapai Rp5 triliun dalam setahun, terhitung sejak hanggar tersebut beroperasi pada Oktober 2015.***

Rekomendasi