

inNalar.com – Berbeda dengan julukan ‘seribu sungai’ yang dimiliki Kalimantan Barat, provinsi termuda di Pulau Borneo ini memiliki daerah yang tidak memiliki sungai besar.
Daerah tersebut adalah Pulau Tarakan yang berada di ujung Kalimantan tepatnya Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kota Tarakan ternyata mendapatkan sumber air baku dari embung.
Pembangunan embung dan waduk yang notabene luasnya lebih kecil dari bendungan, dianggap cukup untuk menampung pasokan air hujan sebagai sumber air baku.
Tarakan sendiri dikenal sebagai wilayah ‘tak kenal musim’ di mana memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
Sehingga, pembangunan embung ini dinilai efisien mengingat Tarakan cukup sering diguyur hujan daripada dilalui kemarau.
Pembangunan embung sendiri dilakukan mengingat tidak ada sungai besar yang dapat dibendung untuk menjadi sumber air Kota Tarakan.
Saat ini, telah tersedia lima embung di Kota Tarakan, yaitu Embung Bengawan, Binalatung, Indulung, Rawasari, dan Persemaian.
Namun, pemerintah Tarakan menyatakan bahwa setidaknya kota ini masih memerlukan 5 embung lain sebagai pasokan air bersih.
Hal ini dilakukan mengingat Tarakan sebagai kota terbesar di Kalimantan Utara memiliki pertumbuhan penduduk yang pesat.
Selain itu, wilayah ini termasuk daerah terpadat di Kalimantan Utara dengan perkembangan infrastruktur yang lebih modern dibandingkan daerah lain.
Sehingga, pembangunan 10 embung diharapkan dapat membantu untuk mengantisipasi gejolak pertumbuhan penduduk yang nantinya memerlukan pasokan air baku lebih.
Meskipun demikian, Pemkot Tarakan juga memiliki rencana jangka panjang untuk mengambil air dari daratan.
Proyek ini akan sangat bergantung pada kemungkinan terwujudnya proyek Jembatan Bulan yang menghubungkan Bulungan dan Tarakan.
Pemkot juga sedang mencoba memanfaatkan air laut menjadi air bersih melalui kerja sama dengan Perumda Tarakan Energi Mandiri dan PT Geopatra.
Namun, upaya ini mungkin lebih cocok untuk industri karena tarif airnya lebih mahal dibandingkan penggunaan embung yang dapat membatasi jumlah pelanggan.
Melihat banyaknya tantangan harga dan pasokan air, Pemkot Tarakan harus merancang strategi yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Dengan begitu, Kota Tarakan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada sembari menjaga keseimbangan lingkungan.***