

inNalar.com – Tahukah kamu? Ternyata ubur-ubur adalah sebuah makhluk hidup yang tidak memiliki otak.
Terdengar aneh memang, tapi ini nyata. Ubur-ubur sendiri merupakan seekor hewan laut yang tidak bertulang belakang.
Meski begitu, ternyata hewan ini punya cara khusus untuk belajar.Keberadaan ubur-ubur di dunia ini sudah ada bahkan sejak zaman dahulu.
Baru-baru ini diketahui bahwa ubur-ubur dapat merasakan sebuah objek dan menghindarinya meski mereka tidak memiliki otak.
Dilansir inNalar.com dari sciencenews.org, penelitian tentang hal tersebut dilakukan oleh para peneliti ke ubur-ubur jenis Caribbean box jellyfish.
Caribbean box jellyfish sendiri merupakan sebuah ubur-ubur dengan dinding tubuh luar atau bell berbentuk kotak (box).
Baca Juga: Benarkah Kucing Bisa Melihat Hal yang Tak Bisa Dilihat Manusia? Dokter Hewan Ini Ungkap Faktanya
Ubur-ubur jenis ini biasanya hidup di perairan lau pesisir yang hangat di seluruh dunia dan termasuk ke dalam spesies beracun.
Dalam eksperimen yang dilakukan pada Caribbean box jellyfish, diketahui bahwa ubur-ubur Caribbean box dapat belajar merasakan atau menemukan dan menghindari sebuah objek walau tidak memiliki otak pusat.
Seorang ahli saraf dari Kiel University di Jerman berpendapat jika mungkin proses belajar tidak memerlukan sistem saraf yang kompleks.
Baca Juga: Bandara Terbengkalai Seluas 580 ha di Jerman Diubah Menjadi Oasis Hijau, Ternyata Bukan Kali Pertama
Sistem saraf yang dimiliki ubur-ubur Caribbean box sendiri merupakan empat rhopalia (struktur sensorik) yang berbentuk seperti tombol yang menjuntai di dinding luar tubuhnya.
Masing-masing dari rhopalium (bentuk tunggal dari rhopalia), memiliki enam mata dan sekitar 1.000 saraf (neruons).
Dalam penelitian ini, diketahui bahwa ubur-ubur menggunakan mata-mata mereka untuk bergerak di antara akar-akar mangrove (bakau).
Ubur-ubur Carribian box memperkirakan jarak tubuh mereka dengan akar mangrove dengan menggunakan kontras dari akar mangrove atau seberapa gelap tampilan akar mangrove dengan air di sekitarnya.
Penelitian ini dilakukan dengan menaruh 12 ubur-ubur ke dalam aquarium berbentuk bulat dengan tingkat kontras yang rendah, yakni dengan menggunakan garis abu-abu dan putih.
Para ilmuwan menempatkan kamera untuk mengobservasi perilaku dari ke 12 ubur-ubur.
Pada awalnya, ubur-ubur mengira kalau garis abu-abu adalah akar yang jauh dan mereka bergerak cepat mendekati dinding.
Namun, setelah menabrak dinding dan air menjadi keruh, ubur-ubur menilai kalau garis abu-abu adalah akar yang berada dekat dan mulai bergerak menjauhi dinding.
Penelitian ini tentunya sangat menakjubkan. Dengan menggunakan hasil dari penelitian ini, para peneliti dapat semakin mendalami bagaimana cara hewan belajar.***