Tak Punya Gedung Pemerintahan, Pemimpin Tana Tidung Dijuluki Jadi Bupati “Termiskin” se-Kalimantan Utara

inNalar.com – Tana Tidung merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Utara yang masih dalam tahap pembangunan.

Kabupaten ini terdiri dari 5 kecamatan dan 32 desa yang diresmikan oleh Presiden RI pada 10 Juli 2007 sebagai Daerah Otonom ke-14 Kalimantan Utara.

Melihat wilayahnya yang baru akan memiliki gedung pemerintahan, rupanya hal tersebut juga berhubungan dengan kekayaan yang dimiliki oleh bupatinya.

Baca Juga: Law of Attraction, Teknik Tarik-Menarik yang Bawa Dampak Positif! Sudahkah Kalian Mencobanya?

Bahkan, Bupati Tana Tidung dikatakan menjadi Bupati ‘termiskin’ se-Kalimantan Utara karena harta kekayaan yang dimilikinya cukup sederhana.

Dilansir inNalar.com dari laman elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan dari Bupati Tana Tidung yakni Ibrahim Ali berkisar sekitar Rp. 1.329.645.884 per Desember 2022.

Harta tersebut hanya naik sedikit dibandingkan hartanya pada Desember 2021 di mana berkisar Rp. 1.315.067.959.

Baca Juga: Hasil Foto Prewedding Pakai Flare yang Sebabkan Bukit Teletubbies Gunung Bromo Terbakar Kini Viral di Twitter

Rinciannya sendiri rupanya diketahui bahwa Bupati Tana Tidung ini hanya memiliki 6 aset tanah dengan total Rp 1,8 miliar. 

Selain itu, bupati tersebut tidak memiliki kendaraan pribadi, namun hutang yang dimilikinya mencapai Rp. 582.150.966.

Hal inilah yang membuat Ibrahim Ali sebagai Bupati Tana Tidung dijuluki sebagai bupati ‘termiskin’ karena harta yang dimilikinya cukup sederhana.

Baca Juga: Proyek Geothermal di Mataloko NTT Masih Dilanjutkan Pemerintah meski Dinilai Rusak Lingkungan

Pasalnya, harta kekayaan bupati yang menjabat sejak Februari 2021 tersebut rupanya masih kalah dibandingkan dengan bupati di daerah lain Kalimantan Utara.

Sebagai perbandingan, harta yang dimiliki oleh Bupati Nunukan diketahui mencapai Rp 8 miliar, sedangkan walikota Tarakan memiliki Rp 34,9 miliar.

Perbandingan yang sangat jauh ini membuat Bupati Tana Tidung terlihat lebih sederhana dibandingkan pemerintah lain di Kalimantan Utara.

Meski begitu, Ibrahim Ali sebagai pemimpin tertinggi di Tana Tidung rupanya berupaya keras untuk memajukan daerah tersebut.

Hal ini dibuktikan oleh perealisasian gedung pemerintahan yang berhasil dibuat di masa pemerintahannya setelah menanti selama 14 tahun.

Dengan pembangunan gedung pemerintahan ini, diharapkan bahwa Kabupaten Tana Tidung dapat maju dan bisa lebih mensejahterakan rakyatnya. ***

Rekomendasi