

InNalar.com – Tahun depan, Maluku Utara akan memiliki bandara baru.
Bandara baru itu adalah bandara Loleo, yang berada di Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore.
Akan tetapi, untuk membangun infrastruktur tersebut ternyata pemerintah ingin mengajak perusahaan lain agar mau berinvestasi.
Hal tersebut dikarenakan APBD diketahui tak dapat membiayai keseluruhan anggaran untuk membangun bandar udara tersebut.
Perlu diketahui, dalam membangun lapangan terbang tersebut nantinya anggaran yang diperlukan yaitu sekitar Rp7 triliun.
Walau begitu, namun pemerintah daerah siap membantu untuk menyiapkan lahan yang diperlukan dalam membangun lapangan terbang yang dimaksud.
Dilansir InNalar.com dari Kominfo Malut, untuk kebutuhan lahan, luas dari bandara Loleo ini nantinya akan sebesar 400 hektar.
Sementara itu untuk pembangunan bandar udara Loleo, nantinya proyek ini akan dikerjakan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), sebab itulah diperlukan investasi dari swasta.
Terutama menteri perhubungan berharap jika para investor tersebut akan muncul dari perusahaan pertambangan, karena daerah Maluku Utara memang kaya akan sumber mineral.
Seperti yang diketahui, daerah tersebut memang kaya akan nikel yang bahkan produksinya mencapai jutaan ton tiap tahunnya.
Apalagi saat bandar udara ini sudah terbangun, para penambang juga akan memperoleh lapangan terbang yang lebih baik.
Selain itu ada pula fungsi dalam mendukung sektor pariwisata di Maluku Utara, sekaligus dapat digunakan untuk penerbangan haji para masyarakat sekitar.
Jika sesuai rencana, nantinya bandar udara Loleo di Kota Tidore ini akan memiliki panjang runway 2.400 meter dengan lebar 45 meter.
Berdasarkan target, lapangan terbang ini nantinya akan dibangun selama 8-9 bulan lamanya.
Sebagai tambahan, sebenarnya ada pula harapan dari Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba untuk menjadi orang yang meletakan batu pertama pembangunan bandar udara Loleo.
Baca Juga: 3 Jam dari Banjarmasin, Pasar Apung di Kalimantan Selatan Ini Masih Berlakukan Sistem Barter
Namun sepertinya keinginan sang Gubernur itu tidak akan terjadi, karena rencana pembangunan bandara Loleo di Tidore ini akan dimulai pada tahun 2024.
Sedangkan jabatan sang Gubernur itu akan habis pada 31 Desember 2023. ***