Tak Kalah dari Suramadu, Jembatan Barito di Kalimantan Selatan Ini Habiskan Anggaran Sampai Rp98 Miliar

inNalar.com – Jembatan adalah salah satu sarana yang sangat sangat penting bagi masyarakat.

Jembatan memiliki banyak fungsi yang berguna bagi bagi banyak orang. Selain menjadi penghunung antar daerah, jembatan juga bisa menjadi ikon unik sebuah daerah.

Salah satunya adalah Jembatan Barito yang berada di Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Bak Samudera Pasifik, Bendungan Senilai 1,07 Triliun di Ponorogo, Jawa Timur Ini Bisa Lahap Lahan 7.900 Ha

Secara administratif, Jembatan Barito adalah sebuah jembatan yang terletak di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Jembatan Barito melintang di atas Sungai Barito dengan panjang jembatan 1.082 m atau 1,08 km. Selain itu, Jembatan Barito memiliki lebar 10,37 m.

Selain melintasi Sungai Barito selebar 800 m, Jembatan Barito juga melintasi sebuah pulau kecil, Pulau Bakut, yang memiliki lebar 200 m.

Baca Juga: Beribadah di Masjid Tanpa Atap, Salah Satu Wisata Religi Ikonik yang Hanya Bisa Dijumpai di Kota Bengkulu

Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 m dan jembatan pendekat sepanjang 180 m.

Jembatan Barito ini memiliki ruang bebas jembatan setinggi 15-18 m.

Dalam pembangunannya, jembatan ini menghabiskan biaya sebesar 98 miliar rupiah. Sungguh jumlah yang fantastis mengingat Jembatan Barito ini menghubungkan antara 2 provinsi, yakni Provinsi Kalimantan Selatan dan provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Hanya 4 Jam dari Surabaya, Pantai Selatan di Jawa Timur Ini Sediakan Penginapan Mewah dengan Harga Fantastis!

Konstruksi jembatan ini dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya (Persero) dan diresmikan pada tanggal 24 April 1997.

Peresmian itu dilakukan oleh presiden Republik Indonesia yang kedua yakni Bapak Soeharto.

Pada pembangunannya, PT Adhi Karya (Persero) mengadopsi gaya Golden Gate Bridge di San Fransisco.

Konstruksi jembatan ini adalah berupa twin suspension bridge atau dua jembatan yang berbentuk sama/kembar.

Kedua jembatan gantung kembar itu memiliki panjang masing-masing 420,5 m.

Memiliki bentang utama sepanjang 240 m dan jarak masing-masing tower dengan flanking span 90 m.

Alasan kenapa PT. Adhi Karya (Persero) menerapkan konstruksi semacam itu adalah untuk menekan biaya pondasi yang tentunya akan menghabiskan dana yang sangat banyak.

Setelah peresmiannya di tahun 1997, Jembatan Barito sempat tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia.*** (Ralda Maya Runita)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]