

inNalar.com – Situasi mencekam yang terjadi di Gaza mengakibatkan Hamas dan Israel memberikan gerakan proganda media.
Beberapa hari yang lalu, video propaganda Hamas dan Israel mulai tersebar ke media sosial, baik twitter, instagram, facebook dan media sosial lain.
Adanya propaganda yang dilakukan oleh Israel dan Hamas bukan tanpa sebab, karena keduanya membutuhkan dukungan publik internasional.
Baca Juga: Lagi! Mendag Zulkifli Hasan Akan Bakar Baju Bekas Impor Total Rp40 Miliar Pada Jumat 13 Oktober 2023
Bahkan tak jarang Israel memberikan propaganda ‘hoaks’ terkait video yang diunggah.
Terbaru, dilansir dari Al Jazeera Hamas melepaskan seorang wanita dan anak kecil yang diduga sebagai ‘sandera’ akibat peperangan di Gaza.
Terlihat dalam video Brigade Qassam, prajurit Hamas melepas wanita dan anak kecil tersebut di area terbuka dekat dengan tembok Gaza.
Tayangan video tersebut diambil oleh seseorang dari jarak jauh, memperlihatkan prajurit Hamas tersebut melepaskan wanita dan dua orang anak kecil.
Tidak diketahui secara jelas identitas wanita dan anak kecil yang dilepaskan oleh prajurit Hamas tersebut.
Setelah melepaskan wanita dan dua anak kecil tadi tampak prajurit Hamas tersebut meninggalkan keduanya berjalan ke arah perbatasan Gaza dan Israel.
Tidak diketahui secara jelas tayangan tersebut kapan diambil, namun Israel menganggap bahwa itu hanyalah ‘trik’ sandiwara yang dibuat Hamas.
Kobaran kebencian Israel tampaknya tak menyurut dengan adanya video pelepasan sandera wanita dan anak kecil.
Dikatakan oleh Avichay juru bicara militer Israel bahwa Hamas telah bersandiwara dengan mempublikasi tayangan video tersebut. Hal itu mendasari kekejaman yang telah dilakukan terhadap warga sipil.
Menurut Avichay perspektif yang ingin diubah oleh Hamas menunjukkan rasa kasih sayang terhadap wanita dan anak-anak agar dunia tahu bahwa mereka tidak kejam.
“Mereka merubah sandiwara dengan video propaganda tersebut,” imbuhnya.
Berdasarkan pernyataan Avichay mengatakan bahwa kebenarannya sudah tampak jelas dalam beberapa hari lalu, Hamas lebih kejam daripada ISIS.
“Hal itu membuat kami akan terus menyerang Hamas,” ungkap Avichay kepada publik.
Dalam suatu pernyataan di media Brigade Qassam prajurit Hamas yang melepaskan seorang wanita dan dua orang anak kecil tadi berpendapat.
Menurutnya memang benar bahwa wanita tersebut dan dua orang anaknya merupakan warga Israel yang dibebaskan akibat bentrokan beberapa hari lalu.
“Tiga orang tersebut merupakan pemukim asal Israel yang telah dibebaskan, mereka ditahan akibat bentrokan yang terjadi di Gaza beberapa waktu lalu,” tambah Prajurit Hamas dalam pernyataan tersebut.
Dilaporkan oleh wartawan Al Jazeera bahwa video tersebut diperlakukan dan diberi intrik oleh media Israel, agar bumbu peperangan terkait propaganda terus berjalan.***