Tak Dikubur! Desa di Bali Ternyata Punya Adat Unik Untuk Makamkan Jenazah


inNalar.com
– Pulau Bali tentu memang memiliki adat istiadat yang menarik, hingga sering dikunjungi para wisatawan di seluruh dunia.

Bahkan di tempat tersebut juga terdapat desa unik, yang berada di kabupaten Bangli.

bagaimana tidak, sebab warga di kampung tersebut pada saat meninggal tidak akan dimakamkan di dalam tanah ataupun dikremasi.

Baca Juga: Warga Lamongan Gempar, Ditemukan Ruangan Bawah Tanah Misterius yang Keluar Cahaya dari Tanah

Sebab masyarakat di desa unik tersebut pada saat meninggal hanya akan diletakan di bawah pohon.

Menariknya, meski hanya diletakan di bawah pohon saja, namun jenazah yang berasal dari desa unik tersebut tidak akan mengeluarkan bau.

Hal tersebut dikarenakan jenazah yang dimaksud akan diletakan di bawah pohon Taru Menyan.

Jika diartikan, ternyata Taru Menyan memiliki arti tersendiri.

Dalam bahasa indonesia, Taru dapat diartikan sebagai pohon, dan menyan diartikan sebagai harum seperti yang dilansir dari channel YouTube Kanal Budaya Indonesia.

Walau begitu, tidak semua jenazah di desa unik tersebut dapat diletakan di pohon Taru Menyan.

Karena terdapat persyratan tertentu agar jenazah dapat diletakan di pohon yang berada di daerah Bali tersebut.

Syaratnya yaitu adalah sudah menikah, meninggal secara wajar, dan maksimal yang berada di pohon tersebut adalah 11 orang.

Sementara itu, bagi orang-orang di desa unik tersebut yang tidak memenuhi persyaratan di atas, maka sudah disiapkan 2 pemakaman yang berbeda.

Pemakaman tersebut adalah Sema Muda yang diperuntukan pada anak-anak atau orang dewasa yang belum menikah.

Sedangkan untuk yang meninggal secara tidak wajar seperti anggota tubuh tidak lengkap, kecelakaan dan sebagainya akan dimakamkan di sema Bantas.

Walaupun tidak dimakamkan di tanah atau dikremasi, ternyata jenazah tersebut tidak akan menimbulkan bau tidak sedap.

Hal tersebut dikarenakan adanya pohon Taru Menyan, yang akan menetralisir bau tersebut.

Bahkan nama dari desa unik ini juga diambil dari nama pemakaman pohon tersebut, yaitu Taru Menyan.

Adapun nama dari kampung ini adalah Desa Trunyan yang berada di kabupaten bangli, provinsi Bali.

***

 

Rekomendasi