

inNalar.com – Ada desa unik dan berkesan mistis di kabupaten Gunung Kidul, provinsi Yogyakarta. Namanya Kampung Pitu.
Kampung Pitu terletak di dekat destinasi wisata alam Gunung Api Purba di desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul.
Kata ‘Pitu’, yang merupakan kosakata bahasa Jawa berarti ‘tujuh’, sesuai dengan kondisi Kampung Pitu.
Baca Juga: Bangunan Rumah Mirip Cangkang Keong di Medan Sumatera Utara Jadi Tempat Uji Nyali, Dulunya Milik…
Dilansir inNalar.com dari video YouTube yang diunggah oleh akun Cerita Desa Indonesia, kampung ini hanya dihuni oleh 7 kepala keluarga.
Tak boleh kurang, tak boleh lebih. Jika tidak, musibah atau bencana alam akan menimpa Kampung Pitu.
Legenda Kampung Pitu
Dulu, nama kampung ini adalah Kampung Telaga Gunung Wayang. Masyarakat percaya, konon terdapat pusaka sakti di puncak Gunung Wayang.
Baca Juga: Berawal dari Mimpi, Bidan di Sumatera Utara Ini Kembangkan Pemandian Air Soda, Hanya Ada 2 Sedunia?
Pusaka tersebut menempel pada pohon Kinah Gadung Wulung, dan belum ada yang berhasil mengambilnya.
Keluarga Keraton Yogyakarta, setelah mendengar kabar tersebut, mengadakan sayembara pengambilan pusaka dengan imbalan tanah.
Sayembara tersebut dimenangkan oleh Mbah Iro Kromo, warga asli Banyumas, yang kemudian mendapat imbalan tanah cikal bakal Kampung Pitu.
Tanah seluas tujuh hektar yang diberikan oleh Keraton Yogyakarta tersebut, hanya boleh dihuni tujuh kepala keluarga.
Syarat lainnya, penghuni Kampung Pitu haruslah merupakan keturunan Mbah Iro Kromo, tidak boleh sembarang orang.
Jika keturunan Mbah Iro Kromo telah melebihi tujuh kepala keluarga, sebagian akan menetap, sebagian yang lain akan merantau.
Menurut kisah warga, pada awal perintisan Kampung Pitu, banyak orang berdatangan ingin tinggal di kampung ini.
Beberapa di antaranya berniat untuk mengambil dan mencari pusaka sakti Gunung Wayang, yang keberadaannya tidak diketahui.
Namun, musibah dan wabah penyakit menimpa Kampung Pitu. Banyak yang meninggal, dan sisanya bergegas pergi.
Oleh karena itu, hingga kini, kampung unik di Yogyakarta ini hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga, itu pun jaraknya berjauhan.
Pemandangan Alam Kampung Pitu
Kampung unik ini berada di ketinggian 750 mdpl. Sehingga, meski terpencil, kampung ini menyuguhkan pemandangan eksotis.
Tak perlu khawatir, Kampung Pitu tidak melarang pengunjung untuk datang dan melihat-lihat, asalkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Jika cuaca cerah, pemandangan lima gunung yang berjajar dan barisan awan dapat disaksikan dari kampung ini.
Tak hanya itu, pemandangan matahari terbit dan terbenam dapat dinikmati secara sempurna di Kampung Pitu.
Keturunan Mbah Iro Kromo yang masih menempati kampung unik di Yogyakarta ini berharap, Kampung Pitu dapat menarik para wisatawan. ***