Taipan Asal Jawa Timur Ini Bangun Bandara Internasional Termegah Pakai Uang Pribadi, Siapa ya?

inNalar.com – Kabupaten Kediri, Jawa Timur dalam waktu dekat akan memiliki bandara internasional termegah.

Menariknya, bandara internasional termegah yang ada di Kediri, Jawa Timur ini tidak menggunakan anggara APBD maupun APBN.

Pembangunan bandara internasional termegah di Jawa Timur ini menggunakan anggaran dari pihak swasta.

Baca Juga: Menakjubkan! Keindahan Pantai Alor Nusa Tenggara Barat Jadi Spot Menyelam Terbaik di Dunia?

Proyek bandara internasional termegah di Kediri, Jawa Timur tersebut nantinya akan dilakukan kerjasama antara pemerintah dan badan usaha.

Dikutip inNalar.com dari laman dephub.go.id, disebutkan jika bandara internasional termegah itu dibangun oleh anak usaha PT Gudang Garam yakni PT Surya Dhoho Investama.

Bandara yang bernama Bandara Internasional Dhoho ini terletak di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri atau sebelah barat laut Kediri.

Baca Juga: Di Balik Amalan pada Hari Asyura, Ada Kisah Pilu yang Terjadi Tanggal 10 Muharram

Bandara Internasional Dhoho ditargetkan bakal rampung pada tahun 2024 yang akan datang.

Bandara tersebut nantinya akan mempunyai landasan pacu sepanjang 3.300 x 60 meter, apron commercial berukuran 548 x 141 meter.

Adapun apron VIP berukuran 221 x 97 meter, 4 taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.

Baca Juga: Bak Istana Raja! Hanya 1,5 Jam dari Surabaya, Sekolah Mewah di Jawa Timur Ini Punya Ekstrakurikuler Berkuda

Luas terminal penumpang Bandara Internasional Dhoho nantinya mencapai 18 ribu meter persegi dan berkapasitas 1,5 juta penumpang setahun.

Diharapkan apabila bandara tersebut sudah jadi bisa melayani kebutuhan distribusi barang dan keberangkatan Haji di wilayah Kediri Raya.

Pasalnya bandara tersebut berada di sekitar daerah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ponorogo.

Pembangunan Bandara Internasional Dhoho diinisiasi oleh tapian Jawa Timur, Susilo Wonowidjojo selaku pemilik Gudang Garam.

Sedikitnya Susilo harus menggelontorkan biaya sebesar Rp 10,8 triliun untuk pembangunan bandara tersebut.

PT Surya Dhoho Investama menunjuk PT Wika Gedung yang akan membangun proyek bandara tersebut.

Ide pembangunan Bandara Internasional Dhoho sudah diinisiasi sejak tahun 2016.

Kemudian pada tahun 2020 dilakukan prosesi peletakan batu pertama oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Nama Dhoho sendiri berasal dari kata Daha, sebuah Kota Kuno saat Kediri masih dalam bentuk kerajaan.

Masyarakat sekitar berharap dengan adanya bandara tersebut bisa meningkatkan perekonomian mereka.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]