

inNalar.com – Kalimantan Selatan dikenal dengan pasar terapung dan bahkan menjadi salah satu tempat yang ikonik.
Selain pasar terapung, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam juga terkenal di Kalimantan Selatan.
Secara Administratif Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kalimantan Selatan, memiliki luas hutan 112.000 hektar dan masuk dalam wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.
Dikutip dari situs BPK RI Kalsel, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam lebih dikenal juga dengan nama Tahura Sultan Adam.
Tahura atau Taman Hutan Raya. Kata Tahura sendiri diambil dari nama Sultan Adam Al-Watsiq Billah bin Sultan Sulaiman Saidullah II merupakan Sultan Banjar yang memerintah pada 1825 – 1857.
Sebagai destinasi wisata andalan di Kalimantan Selatan, di 2022 ternyata pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat melebihi target.
Baca Juga: Gempa Bumi di Maroko Tewaskan 820 Korban Jiwa, Berikut Rincian Persebaran Wilayah yang Terdampak
Dikutip dari berbagai sumber, pada 2022 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menargetkan sebesar Rp3 Miliar.
Namun, Tahura Sultan Adam dapat mencapai PAD lebih dari target yaitu sebesar Rp4,3 Miliar.
Lokasi wisata Tahura Adam terletak di Jalan Ir. Pangeran Mohammad Noor, di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kota Martapura, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: 3 Cara Taubat Terbaik Menurut Ustadz Adi Hidayat, Muslim Harus Tahu Soal Ini, Apa Saja?
Wisata Tahura Sultan Adam ini bisa disebut wisata alam terlengkap, karena di sana terdapat berbagai wisata alam hingga ada tempat peninggalan Belanda yang bisa dikunjungi.
Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi di Tahura Sultan Adam.
Pertama, Benteng Belanda. Benteng yang tingginya sekitar 1.000 meter ini merupakan benteng pertahanan bagi tentara Belanda pada masa itu.
Kedua, Kolam Belanda. Kolam dengan ukuran 30 x 50 meter ini diperkirakan pada masa itu berguna untuk menjamu tamu-tamu dari Eropa.
Dikutip dari beberapa sumber, dari sejarah yang telah tercatat, bangunan kolam tersebut dibangun oleh A.W Rynders dan tercatat sebagai architect bij de Landsgebouwendienst pada 1939.
Ketiga, Camping Puncak Tahura. Pemandangan yang sangat indah dapat terlihat dari puncak.
Pemandangan gemerlap lampu Kota Banjarmasin dapat dinikmati di malam hari.
Keempat, Air Terjun. Wisata Tahura Sultan Adam menyediakan tiga wisata air terjun, diantara ada Air Terjun Mandi Angin, Air Terjun Mandin Putri Kembar, dan Air terjun Tirai Hujan.
Kelima, Bukit Tirai Hujan. Tempat wisata ini menjadi tempat favorit para wisatawan, karena terdapat pohon-pohon besar. Biasanya tempat wisata ini sering didirikan tenda oleh para pengunjung yang ingin berkemah.***