

inNalar.com – 2 Minggu lagi, umat islam akan bertemu dengan tahun baru hijriyah, atau tahun baru islam. Dan waktu itu pula, maka masuk di awal bulan Muharam.
Perlu diketahui, bulan Muharam menurut Ustadz Abdul Somad (UAS), merupakan bulan yang dicintai oleh Allah. Bahkan hanya ada di satu bulan itu terdapat amalan yang dianjurkan yaitu puasa Asyura yang hanya ada di bulan Muharam.
Tidak hanya puasa Asyura, ada juga puasa Tasua yang khusus ada bersamaan di bulan Muharam, dengan keutamaan menghapus dosa pada tahun yang lalu.
Baca Juga: Profil Della Puspita yang Nikah Siri dengan Arman Wosi, 9 Tahun Lebih Muda Bukanlah Apa-Apa
Dari penjelasan UAS, puasa Asyura dianjurkan untuk dilakukan pada tanggal 10 Muharam. Akan tetapi, lebih bagus jika puasa tersebut dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharam.
Selain itu UAS juga menjelaskan kembali jika tidak sanggup melakukan puasa tiga hari, maka lakukan selama dua hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharam.
Alasan dari melakukan puasa tersebut yang lebih baik dilakukan 3 hari tentu karena adanya anjuran atau perintah dari nabi Muhammad SAW.
Namun tidak hanya itu, karena saat tanggal 10 Muharam, kaum Yahudi juga melakukan puasa. Jadi Rasulullah memerintahkan umat islam untuk berpuasa 3 hari, dengan tujuan sebagai penyelisih atau pembeda dengan kaum Yahudi.
Dahulu di Madinah, jelas UAS . Terdapat tiga suku kaum Yahudi, yaitu Yahudi Bani Quraidhah, Yahudi Bani Nadhir, dan Yahudi Qainuqa.
Kaum suku Yahudi itu juga tidak makan atau pun minum. Dari hal itu maka Rasulullah bertanya, dan dijawab oleh mereka jika hari ini, ditanggal 10 Muharam merupakan hari yang baik. Karena Allah telah menyelamatkan nabi Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Jadi mereka bersyukur dengan cara melakukan puasa di tanggal 10 Muharam dengan diselamatkannya nabi Musa. Cerita UAS.
Berdasarkan hal itu, Rasulullah merasa lebih berhak atas Nabi Musa As, maka nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa dan melakukan pembeda selama melakukan ibadahnya.
Jadi tentang puasa Asyura, menjadikannya tidak ada ikhtilaf antara para ulama. Hal itu diriwayatkan berdasarkan hadits shahih sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Bahkan Uas juga menjelaskan bagi kaum perempuan, puasa ini juga bisa dilakukan sebagai qadha untuk melunasi hutang yang dikarenakan haid, hamil, menyapih anak, atau nifas.
Jadi untuk melakukan puasa qadha, cukup niatkan saja untuk melaksanakan puasa qadha. Dari hal itu bisa juga dapat pahala puasa sunnah Asyura. Apalagi jika melakukan puasa itu di hari Senin dan Kamis, maka akan dapat tiga pahala sekaligus.
Berikut tata cara melakukan puasa Asyura atau puasa Tasua:
1. Niat
Tentu saat melakukan ibadah haruslah diawali dengan niat. Namun untuk puasa di bulan Muharam ini, lafalkan niat sesuai dengan puasa yang akan dijalani. Jika tidak hafal, maka cukup niatkan dalam hati saja.
2. Sahur
Meskipun sahur hanya sunat, namun lebih baik melaksanakan sahur. Karena akan mendapat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tindakan ini juga memiliki pahalanya sendiri.
3. Menahan Diri Agar Puasa Tidak Batal
Tentu dalam berpuasa, harus dihindari sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Bisa dari makan, minum dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa setidaknya hingga berbuka.
4. Menyegerakan Berbuka
Tentu Menyegerakan puasa adalah hal yang harus dilakukan. Meskipun hanya sunat, namun jika terdengar bedug maghrib, segerakanlah berbuka.
***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi