Tahanan Palestina Ungkap Kengerian Penjara Israel Usai Dibebaskan: Disemprot Gas Beracun hingga Tindakan Tak Manusiawi

inNalar.com – Tahanan Palestina sebanyak 24 orang wanita dan 15 orang anak-anak di bawah umur telah dibebaskan.

Hal ini menjadi kesepakatan atas gencatan senjata antara Israel dengan Hamas melalui mediasi Qatar.

Gencatan senjata sementara ini pertama kali dimulai pada Jumat, 24 November 2023 lalu.

Baca Juga: Tak Pandang Status ASN, 7 Penghargaan Ini Segera Diterima PNS dan PPPK Tahun Depan

Tepatnya pada pukul 07.00 waktu setempat atau sekitar pukul 12.00 WIB.

Sesuai perjanjian gencatan senjata, Hamas akan membebaskan 50 orang sandera dari Gaza.

Adapun sebagai imbalannya berupa pembebasan sekitar 150 orang tahanan dari Palestina di penjara Israel.

Baca Juga: Viral! Siswi Berhijab Ini Kena Razia Gegara Rambutnya Berwarna, Intip Kritik Pedas Warganet

Pembebasan ini sendiri akan dilakukan secara berkala.

Melansir dari Antara, salah seorang tahanan perempuan bernama Maysoon Musa Al Jabali yang telah dibebaskan mengungkap kengerian penjara Israel.

Otoritas penjara Israel dengan sesuka hati mereka menghajar dan menyiksa para tahanan perempuan di Palestina.

Baca Juga: Diluar Dugaan! Emak-emak Berkebaya Lakukan Fashion Show Saat Naik KRL Dapat Kritikan Pedas dari Warganet

Tidak hanya itu, ia bahkan telah ditahan lebih dari 8 tahun kemudian berhasil dibebaskan atas kesepakatan pertukaran sandera antara Hamas dengan Israel.

Ia mengatakan bahwa sipir Israel juga tidak segan menyemprotkan gas beracun kepada para tahanan Palestina.

Mereka juga hanya memberikan sedikit makanan saja. Diketahui Jabali ditahan oleh Israel sejak Juni tahun 2015 lalu.

Menurutnya, kondisi penjara Israel kian memburuk sejak 7 Oktober 2023 lalu saat Hamas menyerang Israel.

Ia juga menyebutnya sebagai masa-masa yang sangat sulit.

Para sipir Israel menyiksa para tahanan perempuan dengan menyemprotkan gas, memukul, dan mengirimkan mereka ke sel isolasi.

Para sipir tersebut memberitahu kepada para tahanan bahwa mereka bebas melakukan apa saja.

Para tahanan sendiri harus menghadapi kekurangan israel.

Menurutnya, pihak penjara menyediakan makanan untuk 80 orang tahanan akan tetapi jumlah tersebut hanya mencukupi untuk 10 orang saja.

Israel dan Hamas sendiri menyetujui adanya jeda kemanusiaan sehingga menghentikan sementara serangan Israel di Jalur Gaza.

Kejadian tersebut sebelumnya telah menghancurkan pemukiman Gaza.

Tidak hanya bangunan atau tempat tinggal saja akan tetapi juga sekolah hingga rumah sakit.

Serangan yang dilakukan oleh Israel tanpa henti sebelumnya telah menewaskan sekitar 14.854 warga Palestina.

Diantaranya adalah 4.000 perempuan serta 6.150 anak-anak.***

 

Rekomendasi